Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kinerja 2024 Moncer, Pertamina Kantongi Laba Rp 49,54 T
Kamis, 12 Juni 2025 20:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2024, baik dari sisi finansial maupun operasional.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2024 yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis (12/6/2025).
Dalam laporan keuangan yang disampaikan, Pertamina membukukan pendapatan sebesar 75,33 miliar dolar AS atau setara Rp 1.194 triliun. Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) mencapai 10,79 miliar dolar AS atau sekitar Rp 171,04 triliun, dengan laba bersih sebesar 3,13 miliar dolar AS atau Rp 49,54 triliun.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengatakan, kinerja positif tersebut ditopang oleh kontribusi kuat dari berbagai lini bisnis perusahaan.
Baca juga : Kinerja Dan Strategi Bisnis Moncer, Saham BSI Diproyeksi Bisa Tembus Rp 3.900
“Di tahun 2024, produksi migas Pertamina terjaga solid di angka 1 juta barrel setara minyak per hari. Pertamina menjadi kontributor 69 persen terhadap produksi minyak nasional dan 37 persen terhadap gas nasional,” ujar Fadjar, dalam keterangannya, Kamis (12/6/2025).
Fadjar menambahkan, dari sisi pengolahan, Pertamina juga berperan sebagai kontributor utama dalam produksi bahan bakar minyak (BBM) nasional. Kilang-kilang Pertamina mampu memenuhi 70 persen kebutuhan BBM dalam negeri, sementara kebutuhan avtur dan diesel sepenuhnya dipenuhi dari kilang domestik.
Sebagai badan usaha milik negara (BUMN), Pertamina juga terus memperkuat infrastruktur distribusi energi ke seluruh pelosok tanah air. Hingga 2024, Pertamina mengoperasikan lebih dari 15.000 titik retail BBM, 260.000 titik pangkalan LPG, 6.700 gerai Pertashop, serta 573 titik layanan BBM Satu Harga. Selain itu, sebanyak 288 unit kapal mendukung kelancaran distribusi energi nasional.
Dari sisi bisnis gas, Pertamina mengelola jaringan pipa transmisi dan distribusi gas sepanjang lebih dari 33.000 kilometer serta melayani sekitar 820 ribu sambungan jaringan gas rumah tangga (jargas).
Baca juga : Kian Moncer, Pendapatan Garuda Indonesia Naik
Di sektor energi baru dan terbarukan (EBT), Pertamina turut berperan dalam transisi energi rendah karbon. Perusahaan mengelola 13 wilayah kerja geothermal, PLTGU, dan PLTS dengan total kapasitas mencapai 2.502,12 Megawatt. Selain itu, Pertamina juga memproduksi biofuel B35, Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), Pertamax Green 95, serta mengembangkan proyek Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis Used Cooking Oil (UCO).
“Atas capaian ini, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Pertamina akan terus berkomitmen menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Fadjar.
Fadjar juga menyebutkan bahwa kontribusi Pertamina terhadap penerimaan negara meningkat signifikan, yakni sebesar Rp 401,73 triliun pada 2024, yang mencakup pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen.
Selain itu, serapan produk dalam negeri (PDN) sepanjang 2024 tercatat mencapai Rp415 triliun. Hal ini memberikan dampak berganda berupa penyerapan tenaga kerja sebanyak 4,1 juta orang dan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp 702 triliun.
Baca juga : Kinerja 2024 Moncer, Pertamina Setor Rp 401,8 Triliun Ke Negara
“Kinerja Pertamina memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan GDP nasional sepanjang tahun 2024,” tutup Fadjar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya