Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Buka Rute Gunungsitoli-Sibolga
ASDP Inisiasi Nias Sebagai Geopark
Selasa, 17 Juni 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Selama ini kita hanya mengenal Raja Ampat, Rinjani Lombok atau Kaldera Toba, sebagai geopark yang ada di Indonesia. Padahal, masih ada daerah dengan kekayaan alam dan budaya yang pantas menyandang status tersebut. Salah satunya Nias.
Pulau yang terletak di sebelah barat Sumatera ini, memiliki semua persyaratan untuk menjadi kawasan geopark. Setidaknya, ada sembilan pantai yang menjadi mahkota bagi pulau seluas 5.625 kilometer persegi ini.
Selain menjadi tujuan wisata bahari, Nias memiliki keragaman budaya. Aksi lompat batu dan destinasi berselancar wisatawan mancanegara telah melekat pada pulau yang dihuni 906.008 jiwa ini. Belum lagi keunikan geologi, flora dan faunanya, membuat Nias pantas dijadikan mesin ekonomi baru di Sumatera Utara (Sumut).
Salah satu konsep untuk menjadikan Nias sebagai geopark ini ditandai dengan Pelayaran Perdana Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Jatra II Lintasan Gunungsitoli-Sibolga di Pelabuhan Angin, Gunungsitoli, Sumut, Jumat (13/5/2025). Hadir dalam acara ini Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo dan Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Rio Lasse.
Baca juga : Airlangga Lobi Singapura, Target Investasi Rp 652 T
Hadir pula Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Kepulauan Nias.
Heru mengatakan, KMP Jatra II hadir dengan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Kapal yang mampu mengangkut 425 penumpang dan 100 unit kendaraan ini diharapkan mendorong perekonomian sekitar, melalui sinergi dengan Pemerintah Daerah se-Kepualauan Nias.
Dia menekankan, ASDP menghadirkan transportasi yang murah, nyaman, dan aman.
“Pelayaran KMP Jatra II rute Gunungsitoli-Sibolga dan sebaliknya wujud sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Pemerintah Daerah,” tutur Heru di Pelabuhan Angin Gunungsitoli, Sumut, Jumat (13/6/202).
Baca juga : ASN DKI Baiknya Digilir Naik Kendaraan Umum
Di kesempatan berbeda, Rio Lasse menjelaskan, kehadiran ASDP membuka rute Gunungsitoli-Sibolga tidak semata-mata untuk penyeberangan. Melainkan juga untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan perekonomian.
“Sekaligus membuka peluang pariwisata di Nias, yang termasuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar),” kata Rio membuka perbincangan dengan Rakyat Merdeka di Gunungsitoli, Sumut, Kamis (12/6/2025).
Lagi pula, imbuh Rio, ASDP mengusung konsep integrasi antara penyebrangan dengan kegiatan ekonomi di daerah sekitar. ASDP bahkan telah berkomunikasi dengan kepala daerah untuk membawa konsep geopark untuk Pulau Nias.
Menurut Rio, Nias merupakan benteng dari Pulau Sumatera dengan perhiasan yang melekat di dalamnya. Seperti keunikan geologi, flora dan fauna, serta budaya yang tidak dimiliki daerah lain.
Baca juga : Natasha Wilona, Risih Ditanya Kapan Nikah
“Ini yang perlu diekspos, supaya dunia melihat bahwa Pulau Nias ini luar biasa, dan potensinya belum banyak dieksplorasi,” ujar Rio.
Dia meyakini, konsep geopark itu akan memunculkan keunggulan dari suatu daerah.
Gayung bersambut. Bobby mendukung konsep geopark yang ditawarkan ASDP. Dia bahkan meminta kepala daerah se-Kepulauan Nias membuat kajian bersama. Mengingat, konsep ini tidak hanya membawa satu atau dua kepentingan daerah, tetapi juga Indonesia secara keseluruhan.
“Ini bukan lagi kelas lokal atau nasional, tapi kelasnya sudah internasional. Tidak bisa dititikberatkan pada kabupaten/kota saja, tidak bisa provinsi saja, tapi semua,” pungkas Bobby.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya