Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rizal Calvary, Mantan Wartawan Yang Jadi Direktur Manajemen Pembangkitan PLN
Kamis, 19 Juni 2025 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero) mengangkat Rizal Calvary Marimbo sebagai Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN yang baru. Kandidat doktor ilmu hukum Universitas Pelita Harapan (UPH) dan mantan wartawan Harian Investor Daily ini, bukan kaleng-kaleng.
Dia punya pengalaman lengkap lintas sektoral/kementerian/BUMN di dunia kelistrikan, penanaman modal (Investasi), dan Energi Sumber Daya mineral (ESDM).
Di lingkungan PLN, Rizal bukan orang baru. Sejak 2021 dia sudah bergabung dengan PLN Group. Dia menjabat sebagai Komisaris PT PLN Batam, anak usaha PT PLN, 2021-2025. Selain itu, dia juga menjabat sebagai Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi PT PLN Batam sejak 2023.
Dengan pengalaman ini, maka sejak Agustus 2024 Rizal dipercayakan oleh Menteri Bahlil Lahadalia menjadi Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Percepatan Infrastruktur Ketenagalistrikan nasional sampai sekarang. Di PLN Batam, Rizal ikut menyelesaikan defisit listrik dan ancaman blackout dan ancaman petir setiap tahun.
Tak hanya di lingkungan PLN, dia juga katam dalam dunia kelistrikan swasta atau IPP (Independent Power Producer). Ini sebuah kombinasi yang unik dan jarang terjadi.
Baca juga : Forkom BUMN Suarakan Aspirasi Pekerja di Momentum Kebangkitan Nasional
Dia pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Listrik Swasta Seluruh Indonesia (APLSI) 2018-2019. Sebelumnya, Rizal dipercaya menjadi Juru Bicara APLSI dari 2015 hingga 2018. Disinilah Rizal kerap mewakili IPP dalam memberikan pandangan dan masukan pada pemerintah terkait kebijakan dan regulasi Energi Baru Terbarukan sejak 2016-2019.
Oleh profesionalitasnya, Rizal juga telah teruji dalam bidang penanaman modal (Investasi). Sejak tahun 2019 hingga 2023, Rizal dipercaya Menteri Investasi dan Kepala Penanaman Modal menjadi Anggota Komite Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia. Di sana, dia menyelesaikan masalah kebutuhan listrik untuk investor.
Kemudian, Rizal menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Investasi/Kepala BKPM dari 2023 hingga 2024.
Rizal memulai karirnya sebagai wartawan di Harian Investor Daily (Berita Satu Group) pada 2004. Dia memegang posisi sebagai Deputi Editor Bank dan Uang harian tersebut hingga tahun 2010. Itu sebabnya, tak hanya matang di kelistrikan, Rizal juga memahami isu-isu keuangan dan perbankan nasional. Selanjutnya, dia bergabung dengan grup usaha Bosowa (2010-2015) sebagai Corporate Communication.
Dalam berorganisasi dan jejaring, Rizal punya pengalaman yang mumpuni. Dia pernah menjadi Anggota Komisi Tetap Bidang Energi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2022-2024, termasuk membantu dua Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI).
Baca juga : Asetnya Dikembalikan, Mantan Direktur PT Timah Divonis 10 Tahun Penjara
Lulusan Magister Manajemen Universitas Pelita Harapan (MM UPH) dan Reformed Evangelical Seminary Jakarta ini, juga katam di manajemen risiko. Saat ini, dia memegang sertifikat Ahli Utama Manajemen Risiko (Sertified Risk Energy Professional 2019).
Pengalaman Operasional
Berangkat dari karir di atas, Rizal merupakan sosok yang cocok membantu percepatan dan eksekusi di lapangan terkait pembangkitan nasional. Pengalamannya lintas sektoral dan kementerian menjadi pertimbangan pemilik saham dalam menyelesaikan masalah-masalah dan kendala eksekusi di lapangan.
Rizal pernah berada dibalik keberhasilan Menteri Investasi mempercepat realisasi investasi Energi Baru Terbarukan di Cirata, Purwakarta, Jawa Barat (2020) yang sempat melambat. Dia juga membantu Menteri Investasi dalam percepatan Investasi Proyek Strategis Nasional Pembangkit Listrik Tenaga Air Sungai Mentarang Sebesar 1.375 MW (2021).
Pada 2022, Rizal juga menjadi Anggota Delegasi Indonesia pada Australia Business Roundtable di Canberra, Australia (Februari, 2022) dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Baca juga : Dr Djuara yang Sederhana, Si Kombang dari Bogor
Bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi, dia melakukan koordinasi dan penyelesaian sengketa lahan di beberapa daerah antara investor dengan warga lokal, diantaranya melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk Pembebasan Lahan PT Malindo Feedmill Tbk di Lampung dengan nilai investasi sebesar Rp 1,1 triliun.
Pengalaman lapangan Rizal tak berakhir di sini. Meski berstatus sebagai komisaris, dia tak segan-segan turun ke lapangan membantu direksi dan manajemen PT PLN Batam dalam melakukan pembebasan lahan yang dilalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Pulau Batam.
Legasi terakhir yang diselesaikan dengan manis dalam senyap adalah dia membantu Menteri Investasi dalam menyelesaikan masalah lahan Proyek Strategis Nasional di Pulau Rempang, yang sekarang semakin membaik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya