Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Langkah konkret dalam mencegah stunting terus dilakukan di berbagai daerah. Kali ini, PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) menggandeng Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menyalurkan bantuan langsung ke masyarakat berisiko tinggi di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan bertajuk Langkah Bersama PTPN I SEHATI – Sehat dan Atasi Stunting Mendukung Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) tersebut dilaksanakan di wilayah kerja PTPN I yang mencakup Desa Banjarsari, Sukamanah, Margamukti, dan Pangalengan. Program ini menyasar 200 keluarga risiko stunting (KRS) dengan bantuan berupa paket sembako, pemberian makanan bergizi selama enam bulan, serta edukasi kepada ibu hamil mengenai pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan anak.
Acara peluncuran yang digelar 7 Juni 2025 ini dihadiri langsung oleh Menteri BKKBN Wihaji, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wakil Bupati Kabupaten Bandung Ali Syakieb, serta jajaran direksi dan manajemen PTPN I, termasuk Direktur Utama Teddy Yunirman Danas, Direktur Hubungan Kelembagaan Tio Handoko, dan tim Board of Region Management PTPN I Regional 2.
Baca juga : Prabowo Dan Nasionalisme Seorang Presiden
Dalam kunjungan itu, Menteri Wihaji dan rombongan menyambangi anak-anak sekolah di Desa Sukamanah. Di sana, mereka membagikan makanan bergizi yang dipasok oleh PTPN I. Kegiatan dilanjutkan ke Rumah Bosscha di Kebun Malabar, lokasi pusat kegiatan edukatif yang dilengkapi Dapur Gizi dan Ruang Edukasi bagi ibu hamil. Para pejabat juga menyerahkan langsung bantuan sembako kepada keluarga yang membutuhkan.
Kunjungan ditutup dengan diskusi interaktif antara para ibu dari keluarga risiko stunting dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) wilayah Pangalengan. Diskusi ini menjadi ruang terbuka bagi warga menyampaikan pengalaman, kendala, hingga harapan terhadap keberlanjutan program.
Menteri Wihaji mengapresiasi kontribusi aktif PTPN I. "Saya apresiasi PTPN I yang langsung menyasar wilayah kerjanya dalam mencegah stunting. Mereka tahu kondisi masyarakatnya sendiri," ujarnya dalam siaran pers Kamis (19/6/2025).
Baca juga : PLN EPI dan PLN NP Gaet Pemkab Gunung Mas Kembangkan Energi Bersih
Senada dengan itu, Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menyatakan bahwa seluruh intervensi dilakukan berdasarkan hasil penilaian lapangan. Menurutnya, wilayah Pangalengan termasuk zona rawan stunting anak, sehingga PTPN I ikut ambil peran aktif.
“PTPN I sebagai BUMN menjalankan peran strategis dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama di isu krusial seperti pencegahan stunting,” kata Teddy. Ia menegaskan bahwa program ini akan dijalankan secara berkelanjutan, tidak berhenti pada seremonial bantuan saja.
Di tempat terpisah, Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo juga menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap isu stunting. Menurutnya, program ini bagian dari implementasi nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) yang sejalan dengan Asta Cita Presiden.
Baca juga : APNI Pastikan PT Gag Nikel Ramah Lingkungan Di Raja Ampat
"Semoga kehadiran PTPN I terus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ucap Aris.
Program ini menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, perusahaan negara, dan masyarakat agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan kuat menghadapi masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya