Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dampingi Presiden, Bahlil Jajaki Kerja Sama Eksploitasi Migas Bareng Rusia
Jumat, 20 Juni 2025 20:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin sepakat memperkuat kerja sama di sektor energi. Dalam pertemuan bilateral di Istana Konstantinovsky, Saint Petersburg, Kamis (19/6), kedua kepala negara membahas peluang besar di sektor migas.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang turut mendampingi Presiden Prabowo mengatakan Rusia tertarik terlibat dalam proyek eksplorasi dan produksi gas alam cair (LNG), termasuk pasokan minyak mentah. Pemerintah Indonesia pun membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor Rusia.
“Kami mengundang mitra-mitra strategis Rusia untuk terlibat dalam eksplorasi lapangan baru dan temuan cadangan gas di lepas pantai,” ujar Bahlil di lokasi acara.
Langkah ini dinilai sejalan dengan target Presiden Prabowo untuk mewujudkan swasembada energi. Lewat kerja sama ini, pemerintah berharap produksi minyak dan gas nasional bisa meningkat secara signifikan.
Baca juga : Prabowo Ajak Temasek Kerja Sama dengan Danantara
Dikatakan, Putin langsung menawarkan modernisasi infrastruktur migas Indonesia. Teknologi mutakhir akan digunakan untuk mengoptimalkan sumur-sumur tua yang selama ini kurang produktif.
“Kami bersedia memodernisasi infrastruktur supaya mendongkrak produksi minyak dari ladang tua,” kata Putin dalam konferensi pers bersama Prabowo.
Pemerintah Indonesia menyambut baik tawaran tersebut. Optimalisasi ladang migas tua memang menjadi salah satu fokus kebijakan energi nasional. Pemerintah bahkan sudah menyiapkan regulasi baru demi mempercepat implementasinya.
Beleid tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025. Aturan ini membuka jalan bagi sumur-sumur migas milik masyarakat agar bisa dikelola badan usaha resmi, seperti koperasi dan BUMD, dengan sistem kerja sama berbasis B2B.
Baca juga : Presiden Prabowo–PM Wong Resmikan Kerja Sama Energi Hijau Di Singapura
Menurut Bahlil, kebijakan ini menjadi terobosan penting dalam tata kelola migas nasional. Pemerintah ingin menghapus praktik ilegal sekaligus memperbaiki aspek keselamatan dan dampak lingkungan dari kegiatan eksploitasi yang selama ini tak terkendali.
“Ini terobosan baru dari pemerintah agar bisa meningkatkan produksi migas nasional sekaligus memperbaiki tata kelola sumber daya migas,” tegasnya.
Indonesia dan Rusia memang punya sejarah panjang dalam kolaborasi energi. Selain migas, kerja sama juga menyentuh sektor batubara, ketenagalistrikan, energi baru dan terbarukan (EBT), serta efisiensi energi.
Salah satu proyek strategis yang tengah dijajaki adalah pembangunan kilang minyak dan kompleks petrokimia di Jawa Timur. Pemerintah berharap, proyek ini bisa menjadi model kerja sama masa depan.
Baca juga : Dampingi Presiden, Menkum Hargai Komitmen Singapura Soal Perjanjian Ekstradisi
Dengan dukungan Rusia, Indonesia menargetkan lompatan besar di sektor energi. Selain menyuntikkan teknologi tinggi, kerja sama ini juga diharapkan bisa menarik investasi skala besar dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya