Dark/Light Mode

Danantara Dipoles Jadi SWF Kelas Dunia, Fokus ke SDM dan Transparansi

Jumat, 20 Juni 2025 22:49 WIB
Forum Bisnis President Club menggelar diskusi bertajuk “Prospek Danantara Menuju Sovereign Wealth Fund dengan Standar Global” pada Jumat, 20 Juni 2025
Forum Bisnis President Club menggelar diskusi bertajuk “Prospek Danantara Menuju Sovereign Wealth Fund dengan Standar Global” pada Jumat, 20 Juni 2025

RM.id  Rakyat Merdeka - Forum Bisnis President Club menggelar diskusi bertajuk “Prospek Danantara Menuju Sovereign Wealth Fund dengan Standar Global” pada Jumat, 20 Juni 2025.

Acara berlangsung di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta Pusat, dan dihadiri oleh kalangan akademisi, pebisnis, lembaga pemerintah, serta pengkaji ekonomi.

Diskusi dibuka oleh Prof. Chandra Setiawan, Direktur Eksekutif President Club.

Ia menekankan, topik ini relevan dengan kebijakan nasional menyusul peluncuran Badan Pengelola Investasi Danantara oleh Presiden Prabowo pada Februari lalu.

Menurut Chandra, Danantara bukan sekadar pengelola investasi, tetapi instrumen penting dalam pembangunan nasional.

Turut memberikan sambutan Prof. Budi Susilo Soepanji, Kepala Yayasan President University.

Baca juga : Mantul, Jakarta Ditetapkan Jadi Pusat Kegiatan FIFA Kawasan Asia

Ia menyampaikan bahwa pemahaman menyeluruh terhadap Danantara membutuhkan upaya lintas generasi. Karena lembaga ini dirancang untuk investasi jangka panjang.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir menekankan, lembaga ini dibentuk sebagai institusi untuk membangun sumber daya manusia (SDM).

“Danantara adalah wadah investasi SDM untuk membawa Indonesia ke masa depan. Kita perlu teknologi, transfer pengetahuan, dan semuanya kembali pada kualitas manusia,” tegas Pandu.

Ia menyebut, investasi Danantara mencakup sektor transisi energi, hilirisasi, hingga kecerdasan buatan (AI).

Pandu juga memaparkan struktur organisasi Danantara serta pembagian kewenangan yang ada.

Pandu mengajak publik turut mengawasi lembaga ini.

Baca juga : Bus Trans Jatim Memperluas Layanan Transportasi Umum

“Danantara harus dikelola hati-hati, transparan, dan bisa diaudit setiap saat oleh siapa pun,” ujarnya.

Pembicara lainnya, pengamat sovereign wealth fund U. Saefudin Noer menjelaskan, pergeseran tren global dalam pengelolaan kekayaan negara dari model pemerintah langsung ke lembaga semi-independen.

Ia menyebut lembaga-lembaga seperti Temasek (Singapura), GIC (Singapura), dan ADIA (Abu Dhabi) sebagai contoh sukses pengelolaan dana investasi negara.

Diskusi berlangsung interaktif. Pertanyaan peserta seputar mekanisme pengelolaan aset Danantara, jenis investasinya, transparansi, manfaat bagi masyarakat, hingga evaluasi keberhasilan lembaga ini, mengemuka.

Duta Besar RI untuk Singapura Suryopratomo, juga memberi komentar.

Ia menyebut, kepercayaan investor Singapura terhadap Indonesia meningkat, terbukti dari realisasi investasi sebesar 20,1 miliar dolar AS sepanjang 2024.

Baca juga : Gagal Di Laga Domestik, Skuad Inter Milan Fokus Buru Si Kuping Besar

Ia juga menyoroti pentingnya diplomasi budaya, merujuk pada penghormatan Presiden Prabowo terhadap mendiang ibunya dalam bentuk penamaan anggrek saat kunjungan ke Singapura.

Dubes Soemadi Brotodiningrat anggota Advisory Board dari Indonesian Council on World Affairs (ICWA) mendorong pembaruan informasi Danantara secara berkala, agar dapat menjadi masukan penting, khususnya bagi para kepala perwakilan RI di luar negeri.

Saran menarik juga datang dari Dubes Bagas Hapsoro dan Soehardjono Sastromihardjo dari ICWA.

Mereka mengusulkan, agar dibuat laman khusus berisi FAQ (Frequently Asked Questions) untuk menjawab berbagai pertanyaan publik seputar Danantara.

Seluruh masukan dan saran peserta diskusi dicatat. Dan akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan Danantara ke depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.