Dark/Light Mode

Tak Hanya Bisnis, Sampoerna Fokus Cetak SDM Dan Wirausaha Lokal

Rabu, 14 Mei 2025 09:29 WIB
Direktur Sampoerna Elvira Lianita menerima penghargaan Puspa Adi Daya yang diserahkan oleh Wamen Perdagangan Dyah Roro Esti. (Foto: Sampoerna)
Direktur Sampoerna Elvira Lianita menerima penghargaan Puspa Adi Daya yang diserahkan oleh Wamen Perdagangan Dyah Roro Esti. (Foto: Sampoerna)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menegaskan komitmennya dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Tak hanya fokus pada internal perusahaan, Sampoerna juga aktif memberdayakan masyarakat luas, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendorong kemandirian ekonomi.

Komitmen ini sejalan dengan prinsip perusahaan, yakni “Falsafah Tiga Tangan”, yang menekankan penciptaan nilai tambah bagi konsumen dewasa, karyawan, mitra usaha dan pemegang saham, serta masyarakat secara keseluruhan.

Bukti nyata dari dedikasi tersebut ditunjukkan melalui penghargaan “Puspa Adi Daya” yang diterima oleh Direktur Sampoerna, Elvira Lianita, dalam ajang Anugerah Puspa Bangsa dari KompasTV. Penghargaan ini diberikan kepada pemimpin perempuan inspiratif yang berdampak positif bagi masyarakat luas.

“Sebagai pemimpin perempuan di Sampoerna, saya bangga menjadi bagian dari perusahaan yang menjunjung meritokrasi dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap karyawan,” ujar Elvira.

Elvira bergabung dengan Sampoerna sejak 2001 dan telah mengisi berbagai posisi strategis di bidang regulasi, fiskal, komunikasi perusahaan, perdagangan internasional, dan hubungan eksternal. Sejak 2018, ia menjabat sebagai Direktur yang membawahi urusan eksternal dan juga dipercaya sebagai Ketua Komite Keberlanjutan Sampoerna, yang memastikan praktik bisnis berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Baca juga : Menteri Ara Fokus Wujudkan Perumahan Adil & Merata

Bersama induk perusahaannya, Philip Morris International (PMI), Sampoerna terus berinovasi untuk menghadirkan produk-produk yang lebih baik bagi konsumen dewasa. Sejak 2008, PMI telah menginvestasikan lebih dari 14 miliar dolar AS untuk penelitian dan pengembangan produk tembakau bebas asap.

Salah satu inovasi utama adalah IQOS, perangkat pemanas tembakau tanpa pembakaran yang mampu mengurangi paparan zat kimia berbahaya hingga 90–95 persen dibandingkan asap rokok.

“Sejak akuisisi PMI pada 2005, total investasi di Indonesia mencapai 6,4 miliar dolar AS. Termasuk di antaranya pembangunan fasilitas produksi bebas asap di Karawang, Jawa Barat, senilai 330 juta dolar AS yang mulai beroperasi sejak 2023,” jelas Elvira.

Fasilitas ini tidak hanya memasok pasar domestik, tetapi juga untuk ekspor di kawasan Asia Pasifik.

Pengembangan SDM

Baca juga : Pemerintah Fokuskan Pendidikan Dan DTSEN

Komitmen Sampoerna terhadap pengembangan SDM diwujudkan dalam dua sisi: internal untuk karyawan dan eksternal untuk mitra bisnis serta masyarakat. Saat ini, Sampoerna mempekerjakan lebih dari 90.000 karyawan secara langsung dan tidak langsung, mayoritas di antaranya adalah perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

Sampoerna juga menyediakan program pengembangan karier bagi karyawan, seperti yang dialami Ibu Jarmi, seorang pelinting Sigaret Kretek Tangan (SKT) berlatar pendidikan dasar, yang berhasil menjadi supervisor berkat pelatihan internal.

Untuk karyawan yang memasuki masa pensiun, Sampoerna memiliki program Holistic Employment for Employability (HOPE). Program ini menyediakan pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan, dan telah melatih lebih dari 7.000 karyawan, guna memastikan kemandirian pasca-kerja.

“Kami percaya pengembangan SDM adalah investasi jangka panjang yang memperkuat kesejahteraan individu sekaligus ekonomi nasional,” kata Elvira.

Pemberdayaan UMKM

Baca juga : Badminton Asia Championships, Alwi Farhan Fokus Permainan Sendiri

Melalui payung program keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia” (SUI), Sampoerna menjalankan dua program unggulan dalam pemberdayaan UMKM: pertama, Sampoerna Retail Community (SRC). Saat ini, SRC telah membina lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia, mayoritas dikelola oleh perempuan. Program ini mendorong peningkatan omzet dan penciptaan lapangan kerja. SRC juga memperkuat digitalisasi lewat ekosistem AYO by SRC.

Berdasarkan riset 2023, omzet gabungan toko SRC mencapai Rp 236 triliun per tahun, setara 11,4 persen PDB Retail Nasional 2022. Separuh toko SRC bahkan berhasil menciptakan lapangan kerja baru.

Kedua, Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC). Selama lebih dari 17 tahun, SETC telah melatih lebih dari 97.000 peserta di seluruh Indonesia. Pelatihan yang diberikan meliputi keterampilan teknis (hard skill) dan non-teknis (soft skill) di berbagai sektor seperti pertanian, kuliner, peternakan, dan lainnya. Melalui program business matching, sejumlah pelaku UMKM bahkan berhasil menembus pasar ekspor.

“Efek berganda dari pengembangan SDM unggul ini luar biasa. Sampoerna percaya bahwa bisnis harus memberikan dampak positif bagi seluruh ekosistemnya,” tutup Elvira.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.