Dark/Light Mode

Dukung Transisi Energi: Kilang Pertamina Internasional Terapkan Strategi Khusus

Rabu, 2 Juli 2025 15:23 WIB
Joint Convention Semarang 2025 (JCS 2025) 1–3 Juli 2025 di Padma Hotel, Semarang, Jawa Tengah. [Foto: Dok]
Joint Convention Semarang 2025 (JCS 2025) 1–3 Juli 2025 di Padma Hotel, Semarang, Jawa Tengah. [Foto: Dok]

 Sebelumnya 
Beragam strategi yang dijalankan KPI tidak hanya mempercepat transisi energi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi nasional. Taufik mengungkapkan, langkah tersebut memiliki multiplier effect, seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan produksi, dan bertambahnya nilai tambah di dalam negeri.

Dia menambahkan, upaya ini merupakan upaya mendorong transformasi ekonomi berbasis sektor strategis, termasuk energi dan mineral. Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, strategi ini juga bertujuan mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.

“Ketahanan dan keberlanjutan energi adalah pondasi bagi kemandirian ekonomi, kedaulatan politik, dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” pungkas Taufik.

Baca juga : Komisi XII DPR Yakin Indonesia Terang Merata Ke Seluruh Kampung

Joint Convention Semarang 2025 (JCS 2025) berlangsung pada 1 hingga 3 Juli 2025 di Padma Hotel, Semarang, Jawa Tengah.

Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional, Taufik Aditiyawarman saat berbicara di Joint Convention Semarang 2025 (JCS 2025), Selasa, 2 Juli 2025 di Padma Hotel, Semarang, Jawa Tengah. [Foto: Dok]

Acara ini merupakan hasil kolaborasi lima asosiasi profesional di bidang energi dan sumber daya mineral, yakni Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI), Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI).

Digelar setiap dua tahun sekali sejak 2003, JCS menjadi wadah diskusi dan kolaborasi para profesional, akademisi dan pelaku industri energi dan sumber daya mineral. Mereka membahas mengenai tantangan dan solusi dalam transisi energi, keberlanjutan dan ketahanan energi nasional.

Baca juga : Deregulasi Beri Ruang Pelaku Industri Tetap Kompetitif

Tahun ini, Joint Convention Semarang mengambil tema “Sustainable Energy Resilience: Indonesia’s Path to Self-Sufficiency.”

Untuk diketahui, KPI merupakan anak perusahaan Pertamina yang menjalankan bisnis utama pengolahan minyak dan petrokimia sesuai prinsip ESG (Environment, Social & Governance).

KPI juga telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC, dalam strategi operasional sebagai bagian dari penerapan aspek ESG.

Baca juga : Dukung Pelestarian Lingkungan Laut, Pertamina Hulu Energi ONWJ Teken Prasasti Otak Jawara

Dalam laman resminya, KPI menyatakan akan terus menjalankan bisnisnya secara profesional, untuk mewujudkan visinya menjadi Perusahaan Kilang Minyak dan Petrokimia berkelas dunia, yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab sosial serta memiliki tata kelola perusahaan yang baik. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.