Dark/Light Mode

Di Forum MineXcellence 2025

Good Mining Practices Bukan Lagi Slogan, Tapi Harga Mati

Kamis, 10 Juli 2025 07:00 WIB
Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Ditjen Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hendra Gunawan (tengah) bersama Founder of Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia Zagy Yakana Berian (kiri) dan Vice President Marketing Shell Indonesia Kartika Indah Pelapory, membuka Forum Eksklusif MineXcellence 2025 di Jakarta, Rabu (9/7/2025). PATRARIZKI SYAHPUTRA/RM/RM.ID
Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Ditjen Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hendra Gunawan (tengah) bersama Founder of Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia Zagy Yakana Berian (kiri) dan Vice President Marketing Shell Indonesia Kartika Indah Pelapory, membuka Forum Eksklusif MineXcellence 2025 di Jakarta, Rabu (9/7/2025). PATRARIZKI SYAHPUTRA/RM/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Dunia pertambangan makin dituntut bukan cuma gali-gali dan setor cuan. Di era transisi energi dan krisis global seperti sekarang, praktik tambang harus makin beradab. Nggak bisa lagi asal ambil, tapi harus bertanggung jawab dari hulu sampai hilir.

Itulah semangat yang mengemuka dalam Forum MineXcellence 2025 yang digelar di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta, Rabu (9/7/2025). Para jagoan tambang, dari Pemerintah hingga pelaku usaha, kompak menyuarakan: good mining practices bukan lagi slogan, tapi harga mati!

Koordinator Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwinanto Herlambang menegaskan, dunia tambang kini harus lebih serius menerapkan prinsip keberlanjutan. Bukan cuma soal teknis, tapi juga keselamatan dan tata kelola.

“Dari kegiatan penggalian sampai pengolahan, semuanya harus diupayakan optimal. Begitu pu­la keselamatan pertambangan ada­lah sistem yang harus diterapkan dengan target nol kecelakaan, serta upaya meminimalkan dampak kerugian baik dari aspek ke­se­lamatan kerja maupun kese­la­matan ope­rasional,” ujar Dwinanto.

Dia juga mengingatkan soal pentingnya reklamasi dan pengelolaan pasca tambang. Semua harus sesuai dokumen dan perencanaan. 

“Sekarang sistem pertambang­an harus berorientasi pada triple bottom line sustainable development. Dijalankan dengan tata ke­lola yang baik, transparan ser­ta berorientasi pada tujuan bersama,” katanya.

Baca juga : Jakarta Banjir, Pram Tidak Mau Salahkan Orang Lain

Pelaku usaha jasa pertambang­an, termasuk kontraktor, diminta tak cuma cari untung tapi juga ikut menjaga bumi. Dari atas sam­pai bawah, semua harus pu­nya visi yang sama. 

“Penerapan good mining prac­tices itu harus konsisten, dari visi perusahaan sampai pembentukan organisasi yang kompeten,” tutur Dwinanto.

Tak cukup itu, dia menyebut integrasi antara good mining practices dan good engineering practices sebagai kunci industri tambang tetap kokoh di tengah guncangan global.

Di kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Indonesia Mi­ning Association (IMA) Hendra Sinadia mengingatkan bahwa sektor tambang bukan sektor ecek-ecek. Justru jadi andalan menuju Indonesia Emas 2045.

“Sektor ini sebenarnya sangat kritikal. Apalagi jika kita sepakat menjadikan emas sebagai simbol pencapaian Indonesia Emas 2045. Artinya, sektor pertambang­an adalah tulang punggungnya,” tegas Hendra.

Menurutnya, banyak peru­saha­an tambang nasional yang sudah jadi pelopor keberlanjutan. Bahkan, sudah diakui di level ASEAN lewat ASEAN Good Mining Association.

Baca juga : Panen Tebu di Sleman, Gibran Ditemani Panglima dan Titiek

Di tengah perang energi dunia, Indonesia punya modal penting, yaitu mineral kritikal.

“Kita punya nikel, tembaga dan aluminium. Untuk pengembangannya tentu dibutuhkan energi, dalam hal ini Indonesia masih punya batubara sebagai sumber utama. Ini keuntungan strategis kita,” jelas Hendra.

Menurut dia, berbagai inisiatif seperti pelaporan keberlanjutan dan audit tahunan good mining practices sudah dijalankan sektor tambang. Industri nikel bahkan lebih siap mengadopsi standar internasional.

“Good mining practices bukan lagi pilihan, tapi keniscayaan untuk menjaga harmoni antara eksploitasi sumber daya dan kualitas kehidup­an masa depan,” pungkasnya. 

Untuk diketahui, Forum Ekslusif MineXcellence 2025 digagas oleh Yayasan Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia bersama Shell Indonesia, dengan dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Forum ini menjadi rangkaian awal menuju ajang penghargaan nasional di bidang pertambang­an yang berfokus pada inovasi, efisiensi dan keberlanjutan.

Baca juga : Airlangga Terbang Ke AS, Masih Ada Ruang Nego Tarif Trump

Dalam forum tersebut, para pemangku kepentingan lintas sektor berkumpul untuk memperkuat diskusi strategis, merumuskan kriteria penilaian penghargaan, serta membangun kolaborasi antar pelaku industri tambang.

“Partisipasi berbagai pihak dalam forum ini diharapkan dapat mendorong praktik pertambangan yang lebih aman, produktif dan berkelanjutan,” ujar Chairperson SRE Indonesia Reiner Nathaniel Jabanto, dalam undangan resmi yang diterima Rakyat Merdeka.

Forum ini ditutup deng­an business lunch dan sesi jejaring antar-peserta. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.