Dark/Light Mode

Harga Minyak Indonesia Naik, Dipicu Ketegangan Geopolitik

Kamis, 10 Juli 2025 15:59 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) bulan Juni 2025 sebesar 69,33 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.

Angka ini naik dari ICP Mei 2025 yang berada di level 62,75 dolar AS per barel.

Penetapan harga tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 229.K/MG.03/MEM.M/2025 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Juni 2025, yang ditandatangani pada 3 Juli 2025.

Kenaikan ICP ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan tersebut mencakup serangkaian serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel, serta ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang dapat mengganggu perdagangan minyak dunia.

Baca juga : Menkeu Resah dengan Pertumbuhan Ekonomi

"Adanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendukung terjadinya spekulasi dan sentimen pasar yang memperkuat lonjakan harga minyak dunia di pasar berjangka, akibat pembelian minyak untuk mengantisipasi kenaikan lebih lanjut," ungkap Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tri Winarno dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Kamis (10/7).

Selain faktor geopolitik, kenaikan ICP juga didorong oleh revisi proyeksi permintaan minyak global oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam laporan bulan Juni.

Di satu sisi, OPEC menaikkan proyeksi permintaan untuk kuartal ketiga dan sepanjang tahun 2025 sebesar 0,14 juta barel per hari.

Di sisi lain, permintaan minyak di Amerika Serikat juga meningkat seiring dimulainya driving season atau musim mengemudi.

"Faktor lain yang menyebabkan kenaikan harga minyak mentah bulan Juni 2025 adalah penurunan nilai tukar dolar AS di bulan Juni 2025 yang mendorong investor global untuk masuk ke komoditas minyak dan berdampak pada peningkatan permintaan minyak," jelas Tri.

Baca juga : Hadiri KTT BRICS, Seskab Teddy: Bukti Nyata Indonesia Semakin Dipandang Dunia

Kondisi pasar juga dipengaruhi oleh kesepakatan dagang antara AS dan China yang diumumkan pada 14 Mei 2025, terkait pemangkasan tarif impor secara signifikan hingga 14 Agustus 2025.

Kesepakatan ini menciptakan sentimen positif di pasar energi global.

Untuk kawasan Asia Pasifik, harga minyak juga terdorong oleh peningkatan permintaan dari China dan India serta naiknya Official Selling Price (OSP) oleh Saudi Aramco untuk ekspor minyak ke Asia.

Kenaikan harga ini turut didukung oleh kuatnya margin kilang di kawasan tersebut.

Berikut rincian kenaikan harga rata-rata minyak mentah utama pada Juni 2025 dibandingkan Mei 2025:

Baca juga : Pramudya Iriawan Buntoro Resmi Nakhodai BPJS Ketenagakerjaan, Siap Gaspol Lindungi Pekerja

Dated Brent naik USD7,24 menjadi 71,46 dolar AS per barel

WTI (Nymex) naik 6,39 dolar AS menjadi 67,33 dolar AS per barel

Brent (ICE) naik 5,79 dolar AS menjadi 69,80 dolar AS per barel

Basket OPEC naik 6,18 dolar AS menjadi 69,80 dolar AS per barel

ICP Indonesia naik 6,58 dolar AS menjadi 69,33 dolar AS per barel

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.