Dark/Light Mode

BKSL Dikabarkan Akan Bangun Kawasan Industri Farmasi Terintegrasi Di Jonggol

Kamis, 24 Juli 2025 21:00 WIB
Sentul City. (Foto: Sentul City)
Sentul City. (Foto: Sentul City)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sentul City Tbk (BKSL) dikabarkan berencana membangun kawasan terintegrasi kesehatan atau Bio Town di wilayah Jonggol, Jawa Barat.

Sentul City disebut-sebut sudah menyiapkan 2.000 hektare lahan di Jonggol untuk proyek ini. Untuk tahap awal, 500 hektare akan segera disiapkan untuk proyek Bio Town.

Baca juga : Gandeng Mitra Industri, Pameran IEAE 2025 Kembali Digelar

Nantinya, seluruh pusat kegiatan industri kesehatan akan terpusat di satu tempat. Mulai dari perusahaan farmasi, riset dan pengembangan (R&D), rumah sakit, nursing school hingga perguruan tinggi. Biotown tersebut sedikit banyak mengadopsi apa yang sudah dilakukan salah satu wilayah di China, Chengdu.

Untuk mewujudkan target tersebut, Sentul City dikabarkan akan bekerja sama dengan China.

Baca juga : Gandeng Mitra Industri, Fasilkom UMB Pamerkan Inovasi Digital

Sebelumnya, pada 25 Mei 2025, Danantara Indonesia dan China Investment Corporation (CIC) bersepakat untuk menjajaki pembentukan platform investasi ASEAN–China. Dana ini akan difokuskan pada sektor manufaktur, teknologi, kesehatan, dan barang konsumsi, serta dirancang dengan prinsip imbal hasil optimal dan dampak pembangunan yang terukur.

Seperti diketahui, selama ini impor bahan baku farmasi dan alat kesehatan setiap tahun tembus 90 persen. Jika Bio Town terealisasi, maka Pemerintah sudah pasti bisa menekan impor bahan baku obat, atau bahkan bisa ekspor obat-obatan ke negara lain.

Baca juga : Menteri PPPA Dan Istri Wapres Main Congklak

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.