Dark/Light Mode

Jadi Nakhoda Baru Gantikan Darmawan Junaidi

Riduan Diyakini Mampu Perkuat Kinerja Mandiri

Selasa, 5 Agustus 2025 07:05 WIB
(Dari kiri), Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, Komisaris Utama Kuswiyoto, mantan Direktur Utama Darmawan Junaidi dan Wakil Komisaris Utama Zainuddin Amali berfoto bersama saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri 2025 di Jakarta, Senin (4/8/2025). (Foto: AMA/RM)
(Dari kiri), Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, Komisaris Utama Kuswiyoto, mantan Direktur Utama Darmawan Junaidi dan Wakil Komisaris Utama Zainuddin Amali berfoto bersama saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri 2025 di Jakarta, Senin (4/8/2025). (Foto: AMA/RM)

 Sebelumnya 
Dari sisi kinerja, Bank Mandiri mencatatkan laba bersih konsoli­dasi sebesar Rp 13,2 triliun, tum­buh 3,9 persen secara year on year (yoy) hingga kuartal I-2025.

Menurut Ossy, hal ini menun­jukkan efektivitas strategi trans­formasi digital dan efisiensi operasional. Pada sisi rasio profitabilitas, Return on Equity (ROE) Bank Mandiri juga mampu terjaga solid di level 20,8 persen secara bank only.

Capaian itu juga tak terlepas dari pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara konsolidasi 16,5 persen yoy, menjadi sebesar Rp 1.672 triliun per Maret 2025.

“Pertumbuhan tersebut dido­rong oleh capaian positif baik di segmen wholesale maupun retail,” jelasnya.

Baca juga : Sumbang Ekspor Rp 239 Triliun, Industri Mamin Topang Perekonomian Nasional

Selain menjadi pendorong utama kinerja kredit, segmen wholesale juga menjadi bahan baku pertumbuhan segmen retail melalui ekosistemnya.

Ossy menegaskan, Bank Man­diri terus fokus pada penyaluran kredit ke sektor-sektor prospektif dan resilien. Seperti infrastruk­tur, energi, ekosistem hilirisasi, makanan dan minuman.

Hal ini menunjukkan komit­men kuat Bank Mandiri. Khu­susnya, dalam mendukung pembangunan dan penyerapan tenaga kerja nasional dan memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.

Pencapaian tersebut juga diikuti oleh pertumbuhan yang berkualitas. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Per­forming Loan/NPL) secara bank only, yang dapat dijaga di level 1,01 persen pada Maret 2025.

Baca juga : Tata Kelola Parkir Di DKI Mendesak Diperbaiki

Keberhasilan ini juga berdam­pak pada perbaikan dari sisi biaya kredit atau Cost of Credit (CoC) yang membaik ke level 0,71 persen per Maret 2025, dari periode tahun sebelumnya 0,99 persen.

“Dengan kepengurusan yang lebih kuat dan solid, kami opti­mis dapat terus mengakselerasi kinerja dan memberikan kontri­busi positif terhadap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasi­onal,” harap Ossy.

Terpisah, Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam menyambut baik adanya penyegaran di jajaran kepengurusan Bank Mandiri.

Dia menegaskan, sebagai ang­gota Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), Bank Man­diri memiliki kinerja yang baik.

Baca juga : Marshanda, Cari Cowok Jujur Dan Berani

“Ke depan, dengan tantangan yang ada dan keberadaan Danantara, diharapkan kinerja Bank Mandiri justru semakin maksi­mal,” harap Piter kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Piter menilai, kinerja Himbara harus tetap solid. Hal ini menjadi bukti nyata, bahwa sinergi dan tata kelola yang baik menjadi modal kuat bagi Himbara untuk menghadapi tantangan industri yang dinamis. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.