Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penempatan PMI di Korsel Lambat, Kementerian P2MI Minta Penjelasan HRDK
Kamis, 21 Agustus 2025 13:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan (Korsel), khususnya dalam skema Korea Service 2, mengalami pelambatan. Menyikapi hal ini, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) meminta penjelasan resmi dari Human Resources Development Service of Korea (HRDK).
Permintaan ini disampaikan Direktur Jenderal Penempatan Kementerian P2MI, Ahnas, dalam pertemuan dengan perwakilan HRDK, di Kantor BP3MI Jawa Tengah, Rabu (20/8/2025). Dalam pertemuan tersebut, Ahnas menyampaikan keprihatinan atas terhambatnya keberangkatan calon PMI. Ahnas menyebut, kejadian ini telah menimbulkan penumpukan antrean dan keresahan di masyarakat.
“Masyarakat menunggu kejelasan. Kita memiliki skema penempatan ke Korea, termasuk Service 2, tapi realisasinya masih sangat kecil. Karena itu, kami meminta HRDK memberikan penjelasan dan langkah nyata,” ucapnya.
Baca juga : Pemerintah Dukung Pertamina Kembangkan Bioavtur Dari Minyak Jelantah
Ahnas menegaskan, Kementerian P2MI akan terus berkoordinasi dengan pihak Korea Selatan agar hambatan ini segera diatasi. “Kami berharap langkah konkret dilakukan agar calon PMI yang sudah memenuhi persyaratan bisa segera diberangkatkan. Kementerian P2MI akan mengawal proses ini sampai selesai,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Choi Ho Yoeng menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Indonesia dan para calon PMI yang terdampak keterlambatan.
“Kami mohon maaf kepada peserta. Jumlah calon yang akan berangkat sangat banyak, sehingga ujian dan proses administrasi juga harus diperluas. Kami juga memohon maaf kepada peserta yang masih menunggu jadwal akibat penumpukan ini,” ujar Choi.
Baca juga : H-1 Pertemuan Putin-Trump di Alaska, Kremlin Beberkan Poin-Poin Ini
Choi menjelaskan, kejadian ini terjadi akibat perlambatan ekonomi domestik Korea Selatan. Namun, ia menegaskan, tingkat penyerapan PMI di Korea Selatan tetap tinggi, sehingga upaya akselerasi keberangkatan akan terus dilakukan.
"Di banyak kota, penyerapan sudah cukup tinggi. Bahkan hampir semua negara pengirim tenaga kerja tidak bisa memenuhi kuota yang ada. Saat ini, fokus kami adalah memaksimalkan keberangkatan calon PMI yang sudah memenuhi syarat,” tambahnya.
Terkait skema Service 2, Choi mengungkapkan, masalah penumpukan tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di negara lain. "Negara lain justru lebih parah. Indonesia termasuk baik dalam proses penempatan Service 2. Kami mohon pengertian dan kesabaran dan berkomitmen mempercepat proses ini,” jelasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya