Dark/Light Mode

Dongkrak Aset, Kredit Bank Mandiri Tumbuh 11 Persen Di Kuartal II-2025

Jumat, 19 September 2025 10:49 WIB
Bank Mandiri menggelar paparan kinerja kuartal II-2025 secara virtual, Jumat (19/9/2025). (Foto: Dok. Bank Mandiri)
Bank Mandiri menggelar paparan kinerja kuartal II-2025 secara virtual, Jumat (19/9/2025). (Foto: Dok. Bank Mandiri)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memastikan, kinerja perusahaan tetap positif dengan menjalankan berbagai strategi di tengah tekanan ekonomi yang datang dari dalam dan luar negeri.

Bank Mandiri mencatat raihan laba sebesar Rp 24,5 triliun di kuartal II-2025. Laba Bank Mandiri tercatat menurun sebesar 7,7 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 26,55 triliun.

Meski begitu, Bank Mandiri secara konsolidasi sukses membukukan total aset senilai Rp 2.514,68 triliun, naik 11,4 persen year on year (yoy) pada kuartal II-2025.

“Kami tetap optimis. Berbagai pencapaian Bank Mandiri di kuartal II tahun 2025 ini sekaligus menegaskan komitmen untuk mengakselerasi transformasi, memperkuat ekosistem sektor produktif yang berorientasikan ekspor, serta memperluas dukungan pada sektor ritel dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah),” kata Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini dalam paparan kinerja kuartal II-2025 secara virtual, Jumat (19/9/2025).

Novita melanjutkan, capaian aset tersebut, ditopang oleh penyaluran kredit konsolidasi Bank Mandiri yang mencapai Rp 1.701 triliun, meningkat 11 persen yoy.

Pertumbuhan ini, melampaui rata-rata industri perbankan sebesar 7,03 persen yoy pada periode Juni 2025 berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Pertumbuhan kredit yang kami capai menunjukkan peran aktif Bank Mandiri dalam mendukung pembiayaan produktif di berbagai sektor strategis,” ungkapnya.

Baca juga : Meriahkan HUT Ke-27, Bank Mandiri Siap Gelar Livin` Fest 2025

Akselerasi kredit difokuskan untuk memperkuat kinerja ekonomi nasional sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Untuk itu, kami akan terus menjaga pertumbuhan kredit Bank Mandiri di atas rata-rata industri,” ujar Novita.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut pun, merata di seluruh wilayah Indonesia. Penyaluran kredit Bank Mandiri menjangkau beberapa sektor prospektif antara lain, sektor konstruksi, infrastruktur, perdagangan, energi, makanan dan minuman, serta industri padat karya.

“Sinergi dengan pelaku usaha di berbagai sektor berhasil membawa pertumbuhan kredit berjalan lebih inklusif,”  ujarnya.

Ekosistem sektor produktif yang berorientasikan ekspor memperkuat pembiayaan pada segmen bisnis industri dan menjadi landasan bagi UMKM serta ritel untuk terus berkembang.

Novita mengatakan, lewat optimalisasi sinergi tersebut, segmen UMKM turut mencatatkan peningkatan signifikan dengan pertumbuhan kredit mikro produktif sebesar 12,6 persen secara tahunan.

Realisasi tersebut, memperkuat peran bank berkode emiten BMRI ini, dalam mengoptimalkan ekonomi kerakyatan serta mendorong penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.

Baca juga : DPK Krom Bank Melonjak Hingga 214 Persen Per Agustus 2025

“Kami menjaga agar pertumbuhan aset tetap berkualitas, dengan fokus pada pembiayaan sektor-sektor yang memiliki potensi besar dalam mendukung produktivitas nasional dan penyerapan tenaga kerja,” ucapnya.

Terbukti, kinerja keuangan Bank Mandiri tetap diiringi dengan prinsip kehati-hatian. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) Gross Bank Mandiri terjaga di level 1,08 persen secara bank only, lebih baik dibandingkan rata-rata industri sebesar 2,22 persen bila merujuk data OJK di periode Juni 2025.

Selain itu, rasio pencadangan atau NPL Coverage Ratio Bank Mandiri mencapai 273 persen, mencerminkan ketahanan finansial yang solid dalam mengantisipasi risiko.

“Komitmen kami adalah memastikan pertumbuhan kredit yang sehat dengan manajemen risiko yang disiplin. Dengan cara ini, profitabilitas dapat terjaga secara konsisten,” ujar Novita.

Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang solid. Hingga akhir Juni 2025, total DPK konsolidasi mencapai Rp 1.828 triliun, meningkat 10,7 persen yoy dan berhasil tumbuh di atas rata-rata industri.

Pertumbuhan DPK tersebut didorong oleh peningkatan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang mencapai 78,4 persen, memperkuat likuiditas dan efisiensi biaya dana.

“Kami secara konsisten akan terus melanjutkan strategi pertumbuhan yang berbasis ekosistem dan digitalisasi,” tuturnya.

Baca juga : Kolaborasi GEKRAFS, Bank Mandiri, dan Diaspora Warnai Arizona IndoFest 2025

Novita menegaskan, fokus utama Bank Mandiri adalah meningkatkan CASA berbasis transaksional baik di segmen wholesale  maupun retail untuk menjaga biaya dana tetap efisien.

“Strategi ini kami lakukan agar Bank Mandiri tetap menjadi main transactional bank bagi nasabah,” ujar Novita. 

Dia melanjutkan, optimalisasi CASA menjadi strategi penting agar Bank Mandiri dapat menyediakan pendanaan yang efisien.

“Hal ini juga memperkuat struktur likuiditas dalam mendukung ekspansi kredit secara berkelanjutan,” pungkas Novita.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.