Dark/Light Mode

Pertamina Dorong UMKM Go Global Lewat Program Pertapreneur Aggregator

Jumat, 19 September 2025 19:32 WIB
Foto: Pertamina
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.

Melalui program Pertapreneur (Pertamina Entrepreneur) Aggregator, Pertamina berhasil membawa UMKM Indonesia ke kancah internasional dengan memberikan dukungan teknis, manajerial, serta membuka akses pasar bagi 300 UMKM potensial sejak diluncurkan pada 2022.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengatakan, program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada penciptaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga : BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Di Bali Lewat Pelatihan Pupuk Kompos

“Langkah ini juga selaras dengan Asta Cita Pemerintah, yaitu menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif,” jelas Fadjar.

Salah satu kisah sukses Pertapreneur Aggregator adalah Kainnesia (Kain Tenun Indonesia), pemenang Pertapreneur Aggregator 2024. Kainnesia berhasil menggandeng ratusan penenun dari berbagai daerah dan membawa produk tenun nusantara ke pasar internasional.

Pendiri sekaligus CEO Kainnesia, Nur Salam, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan Kainnesia, tetapi juga UMKM binaannya. Saat ini, total tenaga kerja dari 37 UMKM mitra mencapai lebih dari 400 orang.

Baca juga : Pertamina Dukung UMKM Kebumen Ekspor Keranjang Serat Alam Ke Amerika

“Semua ini menjadi bukti nyata bahwa Pertapreneur Aggregator berhasil mendorong pertumbuhan menyeluruh dan berkelanjutan, tidak hanya bagi Kainnesia tetapi juga bagi UMKM lain yang kami bina,” kata Nur Salam saat ditemui dalam kunjungan Sustainability Implementation & Monitoring Pertapreneur Aggregator di Yogyakarta, Senin (15/9).

Produk Kainnesia kini telah menembus berbagai ajang internasional, seperti Osaka World Expo Japan 2025, Korea Import Fair di Seoul, Jogja Fashion Week 2025, serta Inacraft 2025. Keikutsertaan tersebut membuka peluang pertemuan dengan buyer dari Jepang, Australia, dan Malaysia. Bahkan, buyer Malaysia secara khusus memesan sarung tenun senilai US$50 ribu.

“Tenun bukan sekadar kain, tetapi warisan budaya yang harus terus dikembangkan agar tetap relevan dengan zaman. Kami ingin anak muda melihat tenun sebagai bagian dari masa depan,” ujar Nur.

Baca juga : IIF Dorong Penguatan Ekonomi Nasional Lewat Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan

Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Ariffianto menambahkan, kehadiran Kainnesia menjadi contoh nyata tujuan Pertapreneur Aggregator. “Semakin banyak UMKM aggregator, makin banyak pula UMKM yang bisa naik kelas, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kami berharap UMKM binaan Kainnesia dapat menjadi tentakel ekonomi yang menciptakan value lebih besar,” pungkas Rudi.

Pertamina sebagai pemimpin transisi energi juga berkomitmen mendukung target net zero emission 2060 dengan terus mendorong program-program berdampak langsung pada pencapaian SDGs. Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi perusahaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.