Dark/Light Mode

Buka Pasar Ekspor Beras, Pemerintah Diingatkan Jaga Kebutuhan Lokal

Kamis, 2 Oktober 2025 06:35 WIB
Pekerja melakukan bongkar muat beras bulog di gudang PT Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur. (Foto: Rizki Syahputra/Rakyat Merdeka/rm.id)
Pekerja melakukan bongkar muat beras bulog di gudang PT Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur. (Foto: Rizki Syahputra/Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Presiden menyatakan, capaian besar Indonesia dalam sektor pangan karena cadangan beras dan gabah nasional mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah, yakni sekitar 4 juta ton. 

Untuk itu, Presiden Prabowo optimistis, Indonesia bisa menyalurkan kelebihan produksi beras ke negara-negara lain yang membutuhkan, termasuk Palestina. 

Saat ini, Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat rantai pasok pangan, sekaligus meningkatkan produktivitas petani. 

Baca juga : Tarif AS Mulai Berlaku, Furnitur Indonesia Tetap Melenggang

Sebagai informasi, Bulog tengah fokus menjalankan penugasan yang diberikan Bapanas (Badan Pangan Nasional) untuk pengadaan gabah dan beras semester II-2025. 

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menuturkan, periode September-Desember merupakan masa panen gadu, sehingga pihaknya memanfaatkan momen tersebut untuk menyerap Gabah Kering Panen (GKP), dengan harga beli Rp 6.500 per kilogram (kg). 

Riza mengaku, penyerapan dilakukan melalui mekanisme CBP maupun secara komersial, dengan tujuan tidak hanya menjaga ketersediaan cadangan beras nasional. 

Baca juga : Dampak Pembangunan LRT Fase 1B Diminimalisir Dong

“Kami juga ingin memastikan, harga gabah di tingkat petani tetap stabil dan menguntungkan,” ucap Riza melalui siaran pers, Rabu (24/9/2025). 

Di kesempatan yang sama, Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto menekankan, gabah yang diserap adalah gabah yang telah memasuki usia panen. 

“Sehingga, kualitas tetap terjaga dan petani memperoleh kepastian pasar,” tegas Prihasto. 

Baca juga : Anak MRC Bakal Didakwa Rugikan Negara 285 Triliun

Pelaksanaan serap gabah dilakukan di berbagai sentra produksi padi di seluruh Indonesia. Dalam setiap tahapan, Perum Bulog menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas, transparansi, serta tata kelola yang baik (good governance). 

“Bulog akan membeli GKP dari petani langsung, di saat harga di tingkat petani sama dan atau kurang dari Rp 6.500 per kilogram,” ujarnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.