Dark/Light Mode

Summit Streaming ASEAN Bahas Inovasi AI Dan Model Bisnis Baru

Rabu, 15 Oktober 2025 13:33 WIB
Para eksekutif media dan teknologi dari berbagai negara Asia berkumpul di Archipelago Video Summit 2025 di Jakarta, membahas masa depan industri streaming dan strategi monetisasi berbasis AI di Asia Tenggara. (Foto: Ist)
Para eksekutif media dan teknologi dari berbagai negara Asia berkumpul di Archipelago Video Summit 2025 di Jakarta, membahas masa depan industri streaming dan strategi monetisasi berbasis AI di Asia Tenggara. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lebih dari 150 eksekutif senior dari berbagai negara Asia berkumpul di Archipelago Video Summit 2025 di Jakarta untuk membahas masa depan industri video di tiga pasar paling dinamis kawasan; Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Forum ini menjadi wadah strategis bagi para pemimpin media dan teknologi untuk menyoroti inovasi, strategi bisnis dan kolaborasi lintas industri dalam memperkuat ekosistem streaming dan periklanan digital.

Managing Director Vidio, Hermawan Sutanto memaparkan bagaimana perusahaannya membangun kekuatan sebagai platform streaming lokal melalui kombinasi hak siar olahraga dan konten orisinal, dengan model pendapatan ganda dari iklan dan langganan (ads + subscription). "Di Indonesia, execution is everything,” kata Hermawan, dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025). 

Hermawan mengungkapkan penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) di tiga area utama: hypertargeting untuk rekomendasi pengguna, otomatisasi proses dan layanan pelanggan, dan inovasi bisnis seperti penempatan iklan dinamis dalam siaran langsung dan terjemahan otomatis ke dialek lokal. Vidio memproyeksikan penetrasi layanan Over-the-Top (OTT) di Indonesia dapat meningkat dua kali lipat hingga mencapai 15 persen dalam lima tahun mendatang.

Dalam sesi “Reinventing for a Dynamic Future”, Jane Jimenez-Basas, Presiden & CEO MediaQuest Holdings dan Cignal TV (Filipina), menekankan pentingnya membangun ekosistem media berbasis konten yang terintegrasi dengan layanan telekomunikasi. Ia menilai momentum pertumbuhan streaming semakin kuat, meskipun TV linear masih bertahan.

Baca juga : GrabExpress Hadirkan Inovasi ISO Dukung Mompreneur

Jane juga mengungkapkan ambisi Cignal untuk mengembangkan drama mikro berbasis AI sebagai inovasi bagi audiens muda di Filipina. "Fokus kami adalah membangun ekosistem yang berpusat pada konten, bukan sekadar saluran,” ujar Jane. 

Isu pembajakan menjadi topik utama dalam berbagai sesi diskusi. Gina Golda Pangaila, SVP Legal, Anti-Piracy & Government Relations Vidio, menekankan perlunya pendekatan multi-lapis antara strategi pertahanan (seperti DRM dan proteksi konten) dengan strategi ofensif. Sehingga dapat meningkatkan pengalaman pengguna dan investasi teknologi anti-pembajakan.

Dukungan juga datang dari AVIA dan AVISI yang aktif melobi Pemerintah dalam memperkuat kebijakan perlindungan hak cipta digital.

Darmawan Zaini, CTO Vision+, menyoroti pentingnya edukasi publik terhadap dampak konsumsi konten ilegal, bahkan mengusulkan langkah sanksi terhadap pelanggar. Sementara itu, Ian Franklyn, CRO MainStreaming, menegaskan bahwa pembajakan kini telah menjadi kejahatan terorganisir yang memerlukan deteksi real-time dan respons cepat, terutama untuk konten olahraga langsung.

Baca juga : Alumni Elektro ITS Bahas Kolaborasi Elektro Dan AI Dalam Kongres ELITS 2025

Dalam sesi terpisah, para pemimpin teknologi dari AsiaSat, MEASAT, dan INTEGRASYS menegaskan kembali relevansi satelit dalam menjangkau pasar pedesaan dan wilayah kepulauan Asia Tenggara, sekaligus menjembatani kesenjangan digital.

Sesi mengenai monetisasi menyoroti pertumbuhan pesat Connected TV (CTV) di Asia Tenggara. Tushar Tyagi, Head of Channel Partnerships Samsung Ads, menilai kawasan ini siap melompati tahapan konvensional menuju sistem periklanan berbasis data dan AI.

Para pembicara juga membahas tren co-viewing (menonton bersama), periklanan kontekstual, serta pentingnya personalisasi berbasis data untuk meningkatkan keterlibatan pemirsa.

Sachidananda Panda, President Client WPP Media, merangkum arah masa depan industri dengan konsep tiga I; Intelligence, Integration dan Impact yang menyoroti peran AI, strategi lintas platform, dan efektivitas kampanye iklan sebagai faktor utama keberhasilan streaming generasi berikutnya.

Baca juga : Digital Marketing Bukan Cuma Iklan, Ini Peran AI Dan Strateginya

Dialog CEO yang menutup pertemuan menghadirkan Mike Kerr (Managing Director Asia, beIN Media Group) dan Alexandre Muller (Managing Director APAC, TV5MONDE). Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi, pemahaman lokal dan disiplin dalam akuisisi konten untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan di sektor video dan periklanan digital.

Summit ditutup dengan optimisme bahwa masa depan industri video Asia Tenggara akan ditentukan oleh adaptabilitas, inovasi dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem media yang inklusif dan berpusat pada konsumen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.