Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertamina Gandeng Daqing Oilfield Perkuat Teknologi Chemical EOR
Kamis, 16 Oktober 2025 21:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat upaya peningkatan produksi minyak nasional melalui kerja sama strategis dengan perusahaan migas asal Tiongkok, Daqing Oilfield Co., Ltd. Sinergi ini diwujudkan lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Grha Pertamina, Jakarta, pada Selasa (14/10/2025).
Kerja sama ini berfokus pada pengembangan Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR), yaitu teknologi peningkatan perolehan minyak dengan metode injeksi bahan kimia ke dalam lapisan batuan minyak bumi. Langkah ini menjadi strategi penting Pertamina dalam menjaga dan meningkatkan produksi dari sumur-sumur yang sudah memasuki tahap mature field.
Senior Vice President Technology Innovation & Implementation Pertamina, Hana Timoti, menjelaskan bahwa teknologi Chemical EOR menjadi salah satu kunci untuk menjaga ketahanan energi nasional. “Sebagian besar lapangan minyak Pertamina sudah mature, sehingga dibutuhkan upaya inovatif untuk meningkatkan produksinya. Diharapkan injeksi pertama dapat dilakukan tahun ini di wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan,” ujarnya.
Baca juga : Pertamina Hadirkan Booth Interaktif Di Pameran Informasi Publik 2025
Menurut Hana, Daqing Oilfield memiliki pengalaman dan kompetensi panjang dalam penerapan teknologi EOR berbasis kimia. “Dengan rekam jejak dan teknologi yang dimiliki Daqing, kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan Pertamina dalam meningkatkan produksi minyak secara berkelanjutan,” tambahnya.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Hana Timoti dan Vice President Daqing Oilfield Co., Ltd., CNPC Fang Jungling. Kesepakatan kerja sama ini akan berlangsung selama lima tahun, mencakup riset, pengembangan, serta implementasi teknologi chemical injection di lapangan minyak milik Pertamina.
Hana menambahkan, pengembangan EOR membutuhkan proses bertahap dan komitmen jangka panjang. “Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan hasil optimal dalam menambah produksi minyak dan mendukung target nasional di sektor hulu migas,” katanya.
Baca juga : Pertamina Terapkan Standardisasi Global Perkuat Tata Kelola
Sementara itu, Fang Jungling menyambut positif sinergi tersebut. Ia menjelaskan bahwa Daqing Oilfield telah beroperasi lebih dari enam dekade dan berhasil mengembangkan berbagai teknologi canggih untuk peningkatan produksi minyak.
“Dengan pengalaman lebih dari 60 tahun, kami siap berbagi teknologi dan kemampuan untuk mendukung Indonesia mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari pada tahun 2030. Teknologi Daqing sangat cocok untuk kondisi lapangan minyak di Indonesia,” ungkap Fang.
Fang juga menekankan pentingnya kolaborasi jangka panjang yang berorientasi pada nilai tambah bersama. “Kami yakin kemitraan dengan Pertamina akan menghasilkan manfaat besar bagi kedua negara dalam hal peningkatan kapasitas produksi migas dan pengembangan teknologi EOR,” lanjutnya.
Baca juga : Menperin Dukung Beiken Energy Kembangkan Proyek Coal to Chemical
Pertamina melihat kerja sama ini sebagai langkah penting dalam memperkuat fondasi teknologi migas nasional sekaligus mempercepat pencapaian target produksi minyak nasional.
Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina berkomitmen mendukung visi pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission 2060. Upaya ini dilakukan dengan mengintegrasikan inovasi teknologi, efisiensi operasi, serta penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.
“Kerja sama ini bukan hanya soal peningkatan produksi minyak, tetapi juga bagian dari transformasi Pertamina menuju perusahaan energi yang berkelanjutan,” tutup Hana.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya