Dark/Light Mode

Ipemi Ajak Pramono Jadikan Mall dan Hotel Sahabat UMKM

Jumat, 17 Oktober 2025 07:33 WIB
Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil bersama jajaran pengurus bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Jakarta. Ipemi mendorong agar mall dan hotel di ibu kota wajib memberi ruang bagi produk UMKM lokal. (Foto: Ipemi)
Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil bersama jajaran pengurus bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Jakarta. Ipemi mendorong agar mall dan hotel di ibu kota wajib memberi ruang bagi produk UMKM lokal. (Foto: Ipemi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuat kebijakan yang pro terhadap pelaku UMKM. Salah satunya, dengan mewajibkan mall dan hotel di ibu kota memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas pasar produk usaha kecil dan memperkuat ekonomi rakyat Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil bertemu dengan Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2025). Dalam pertemuan itu, Ingrid didampingi  

 Sekretaris Jenderal Nurwahidah Saleh, dan jajaran pengurus Ipemi pusat. Pertemuan berlangsung cair, kedua belah pihak saling mendukung untuk kemajuan UMKM Jakarta.

"Pada kesempatan tersebut, Pak Gubernur menerima langsung audiensi dari Ipemi. Pak Gubernur menyampaikan akan terus memperluas ruang-ruang UMKM di DKI," ujar Ingrid dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Baca juga : Gubernur Pramono Targetkan Tebang Tiang Monorel Mulai Januari 2026

Anggota DPR periode 2009-2014 itu mengungkapkan, selain mendukung program-program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tujuan pertemuan dengan Pramono juga untuk menjajaki kerja sama Ipemi. Khususnya, pemberdayaan UMKM.

Ingrid usul agar Pramono menghadirkan program yang berpihak pada pelaku usaha kecil. Contohnya, mewajibkan hotel atau mall di DKI Jakarta berkolaborasi dengan UMKM sekitar.

"Khusus hotel-hotel yang diharapkan menyediakan corner khusus kuliner khas Betawi dengan memberdayakan UMKM DKI, seperti ketoprak, bir pletok, nasi uduk, dan lainnya. Begitu juga mall yang diharapkan bisa memfasilitasi ruang UMKM secara maksimal," tuturnya.

Menurut Ingrid, hotel berbintang dan mall di DKI memiliki peran sebagai akomodator yang berorientasi pada keberlanjutan. Sehingga, kolaborasi dengan UMKM lokal menjadi suatu keniscayaan.

Baca juga : Wamen Fajar Dorong Kepala Sekolah Jadi Navigator dan Arsitek Pembelajaran

Hotel menjadi sarana penting bagi UMKM karena memiliki akses pasar yang lebih luas. Sehingga, kolaborasi ini dapat meningkatkan omzet UMKM, dan memicu standar kualitas yang lebih tinggi melalui kurasi produk. 

"Kemitraan seperti ini juga membantu UMKM beradaptasi dengan standar industri yang dapat memperkuat daya saing dan potensi ekspor mereka," kata Ingrid.

Dia mengakui, ada beberapa hotel dan mall yang melakukan hal serupa. Namun, masih banyak yang belum maksimal melakukan kolaborasi dengan UMKM, khususnya pada realisasi di lapangan.

Ingrid mengungkapkan masih banyak mall-mall besar yang belum memberikan ruang secara maksimal untuk UMKM. Sekalipun diberikan premium area, harga sewanya terlalu tinggi bagi UMKM.

Baca juga : Gubernur Pramono Janji Tertibkan Proyek Galian Di Jakarta

"Tempat yang diberikan kurang strategis. Seperti di lantai paling bawah, dekat parkiran, dan lainnya. Nahasnya, tempat itu justu jarang dilalui orang-orang," pungkas Ingrid.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.