Dark/Light Mode

Total Investasi Triwulan III Rp 491,4 Triliun, Target 2025 Tembus 25,8 Persen

Jumat, 17 Oktober 2025 11:28 WIB
Total Investasi Triwulan III Rp 491,4 Triliun, Target 2025 Tembus 25,8 Persen

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Investasi & Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani memaparkan, total investasi Triwulan III-2025 mencapai angka Rp 491,4 triliun. Atau naik 13,9 persen dibanding tahun lalu, yang tercatat dengan angka Rp 431,5 triliun.

“Pencapaian ini kurang lebih mencakup 25,8 persen dari target investasi Rp 1.905,6 triliun yang harus kita capai pada akhir tahun, Desember 2025,” kata Rosan dalam Konferensi Pers Capaian Realisasi Investasi Triwulan III Tahun 2025 di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Rosan yang juga menjabat CEO Danantara menekankan, bagian terpenting dari pencapaian angka investasi adalah penyerapan tenaga kerja. Dari hasil evaluasi Triwulan III 2025, penyerapan tenaga kerja yang terverifikasi berjumlah 696.478 orang.

Masih Didominasi PMDN

Baca juga : Defisit Turun Jadi Rp 371,5 T, Kinerja APBN 2025 Terkendali dan Produktif

Pencapaian investasi Triwulan III-2025 masih didominasi oleh penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 279,4 triliun atau mencakup 56,9 persen. Sementara penanaman modal asing (PMA), ada di angka Rp 212 triliun atau mencakup 43,1 persen.

“Di tengah tantangan yang masih berlangsung, baik itu geopolitik atau ekonomi, kalau kita lihat revisi ke depan, sudah terjadi revisi meningkat dari World Bank dan OECD. Kita harapkan pertumbuhannya akan terus meningkat,” papar Rosan.

Luar Jawa Unggul

Capaian investasi Triwulan III 2025 didominasi oleh luar Pulau Jawa dengan angka Rp 265,8 triliun atau mencakup 54,1 persen. Sementara investasi di Pulau Jawa, dibukukan dengan angka Rp 225,6 triliun atau mencakup 45,9 persen.

Baca juga : Saleh Husin: Industri Jadi Kunci Capai Target Ekonomi 8 Persen

Namun, provinsi yang paling banyak mencatatkan angka investasi masih tetap berada di Pulau Jawa. Yakni Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Di luar Jawa, provinsi yang paling banyak menyumbang investasi adalah Sulawesi Tengah, karena di sana ada kegiatan hilirisasi mineral. “Nanti mungkin akan kita ekspor lebih dalam lagi, sehingga kontribusi yang paling besar adalah hilirisasi dari Sulawesi Tengah, apabila kita berbicara dari luar Jawa,” ujar Rosan.

Industri Logam Dasar Teratas

Dalam capaian investasi Triwulan III-2025, tercatat lima besar subsektor realisasi investasi (PMA & PMDN), dengan rincian sebagai berikut:

  1. Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya Rp 62 triliun (12,6 persen)
  2. Pertambangan Rp 55,9 triliun (11,4 persen)
  3. Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi Rp 52,6 triliun (10,7 persen)
  4. Jasa Lainnya, termasuk Perhotelan dan Pariwisata Rp 44,3 triliun (9 persen)
  5. Perdagangan dan Reparasi Rp 34,5 triliun (7 persen)

Singapura Kontributor Utama

Baca juga : Investasi Swasta Tembus Rp 65 T, IKN Laris Manis

Sejak 10 tahun terakhir, Singapura tercatat sebagai kontributor investasi nomor wahid di Indonesia. Berikut daftar lima negara penyumbang investasi terbesar di Triwulan III-2025:

  1. Singapura: 3,8 miliar dolar AS (28,8 persen)
  2. Hong Kong, China: 2,7 miliar dolar AS (20,3 persen)
  3. China: 1,9 miliar dolar AS (14,1 persen)
  4. Malaysia: 1 miliar dolar AS (7,4 persen)
  5. Amerika Serikat: 0,8 miliar dolar AS (5,8 persen)

“Kalau kita combine dua ini (Hongkong & China plus China) kan jadi 4,6 ya. Lebih besar sebenarnya dari Singapura,” tutur Rosan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.