Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Tepati Janji, Desa di Musi Banyuasin Kini Terang
Jumat, 17 Oktober 2025 16:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Saat malam tiba di Desa Bandar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, cahaya putih terlihat memantul lembut dari jendela-jendela rumah warga. Dulu, hanya lampu minyak yang berkerlip samar, atau suara genset yang menggeram di kejauhan. Tapi kini, desa itu hidup dalam terang.
Bagi Ruslan (52), seorang petani sawit, nyala listrik bukan sekadar penerangan. Itu adalah simbol perubahan hidup.
“Saya merasa bersyukur. Subhanallah, saya merupakan bagian dari orang-orang yang menerima hadiah tersebut. Alhamdulillah, saya mendapat meteran 900 yang mendapatkan subsidi, dan pulsa 100 ribu yang dapat dipakai selama dua bulan,” ungkap Ruslan, sambil tersenyum.
Sambil tertawa kecil, Ruslan kembali meluapkan kegembiraan. "Saya senang dapat bantuan ini. Dibilang norak tidak apa. Saya juga ingin merasakan makan nasi yang dimasak dari magic jar, dan punya kulkas agar bisa minum air dingin," paparnya.
Ruslan adalah satu dari ribuan penerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang disalurkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Program ini merupakan wujud pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pemerataan akses energi hingga pelosok negeri.
Baca juga : Menteri ESDM Dan Dirut Pertamina Tinjau Lapangan Sumur Rakyat Musi Banyuasin
Bantuan diserahkan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Dusun Sungai Putih, Desa Bandar Jaya, pada Kamis (16/10/2025).
Melalui BPBL, pemerintah menyediakan instalasi listrik gratis bagi rumah tangga miskin yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, terutama di wilayah 3T—terdepan, terluar, dan tertinggal -.
Sebelum listrik masuk, Ruslan mengandalkan genset kecil yang hanya dinyalakan sesekali, dan biayanya mahal.
"Sekarang, kami tidak lagi menggunakan genset untuk penerangan yang dinyalakan di waktu tertentu saja, karena biaya yang mahal. Sekarang, penerangan selalu ada. Ini sangat memotivasi anak-anak belajar, juga istri saya yang punya kerja sambilan menjahit," papar Ruslan.
Bagi Ruslan, listrik berarti harapan. Dia bisa melihat anak-anaknya belajar lebih lama, istri menjahit pesanan hingga malam, dan rumahnya terasa hidup.
Baca juga : DPR: Keterlibatan Ekspatriat di BUMN Harus Berdasarkan Keahlian
“Semoga, bantuan ini juga dapat diterima teman-teman saya, yang katanya selesai di bulan 12 (Desember). Semoga bantuan ini membawa berkah bagi saya dan keluarga juga teman-teman semua. Ini akan menambah semangat orang tuanya untuk bekerja dan meningkatkan semangat anak-anak belajar, demi mengejar impian mereka,” ujarnya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memahami benar arti listrik bagi masyarakat desa. Dalam sambutannya, Bahlil menegaskan pemerataan listrik adalah wujud nyata kehadiran negara.
“Di Kementerian ESDM, ada program listrik desa yang ditargetkan Bapak Presiden Prabowo untuk membikin terang seluruh wilayah pada tahun 2029–2030. Saat ini, ada 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum ada listriknya. Ini target untuk kita selesaikan,” jelas Bahlil.
Menurut dia, program ini tak hanya sebatas pembangunan infrastruktur, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar rakyat.
“Ini semua adalah sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan rakyat, khususnya dari sektor ESDM. Kita akan lakukan terus menerus hingga seluruh wilayah terlistriki. Masa Indonesia sudah merdeka 80 tahun, masih ada desa yang belum listrik,” ujarnya.
Baca juga : Bendungan Budong-budong Jadi Solusi Banjir Dan Krisis Air Di Mamuju Tengah
Bahlil sempat menahan haru saat mengenang masa kecilnya.
“Saya salah satu anak kampung yang SD-nya nggak ada listrik. Karena itu, saya tidak ingin kejadian pada masa kecil saya di kampung itu terjadi sekarang,” katanya lirih.
“Pak Presiden Prabowo sangat konsen memberikan layanan listrik sebagai bentuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” sambungnya.
Program BPBL dan Listrik Desa dibiayai penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM. Tahun ini, puluhan ribu rumah tangga di seluruh Indonesia ditargetkan bisa menikmati akses listrik.
Di Sumatera Selatan, Program Listrik Desa mencakup 11 desa dan dusun pada tahun anggaran 2025. Untuk BPBL, provinsi ini mendapat jatah 8.050 rumah tangga.
Hingga pertengahan Oktober, ada sekitar 5.500 rumah sudah siap sambung, sementara 2.500 lainnya masih menunggu proses usulan dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya