Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Gercep Tangani Kontaminasi Radiasi Cs-137 di Kawasan Industri Cikande
Jumat, 3 Oktober 2025 18:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Sesium-137 (Cs-137) dan Kesehatan Pada Masyarakat Berisiko Terdampak, yang diketuai Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan Ketua Harian yaitu Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq bergerak cepat menangani kejadian khusus cemaran radiasi Cesium-137 (Cs-137) yang terdeteksi di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten.
Langkah-langkah intensif terus dilakukan demi melindungi keselamatan masyarakat dan lingkungan dari dampak paparan bahan radioaktif.
Kasus cemaran radiasi ini telah ditetapkan sebagai kejadian khusus oleh pemerintah, sehingga seluruh sumber daya lintas sektor dikerahkan untuk mempercepat penanganan dan memastikan kawasan yang terdampak kembali aman.
Dalam hal ini, Pemerintah menekankan pentingnya sinergi, keterbukaan informasi, dan partisipasi publik dalam proses pemulihan lingkungan hidup dari ancaman kontaminasi bahan radioaktif.
“Dukungan dari seluruh elemen diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat dari risiko kontaminasi bahan radioaktif,” kata Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq, Jumat (3/10/2025).
Baca juga : Prabowo: Pemerintah Komit Bangun Ekonomi Rakyat, Perumahan & Pendidikan
Hingga Kamis (2/10/2025), Tim Satgas Bidang I Mitigasi dan Penanganan Kontaminasi Sumber Radiasi di bawah koordinasi Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH Rasio Ridho Sani telah melakukan serangkaian upaya dekontaminasi secara menyeluruh.
Tim mengangkat material yang memiliki tingkat radiasi tinggi menggunakan peralatan berat, kemudian memindahkannya ke fasilitas penyimpanan sementara (interim storage) milik PT PMT.
Sebagai upaya pengendalian dampak, dilakukan pencegahan paparan radiasipada truk pengangkut sumber radiasi, dengan melapisi plat logam timbal pada dinding untuk menghindari pancaran radiasi kepada lingkungan atau sopir truk pengangkut tersebut.
Di salah satu titik terkontaminasi, yang diberi nama Lokasi F, sekitar dua tas besar (jumbo bag) material dan enam drum High-Density Polyethylene (HDPE) dengan kadar radiasi tinggi telah berhasil diamankan.
Secara total, hingga 2 Oktober 2025, dari lokasi A dan F telah diangkat sedikitnya 20 drum, 17 jumbo bag dan 3 pallet.
Baca juga : Pemerintah Pastikan Program Cetak Sawah Rakyat di Kalteng Berjalan Lancar
Proses pengangkatan dan pengangkutan material terkontaminasi akan terus dilakukan hingga seluruh area yang terpapar radionuklida Cs-137 dinyatakan bersih.
Sepanjang proses pelaksanaan dekontaminasi di lokasi A & F, Tim Satgas dipandu oleh Petugas Proteksi Radiasi (PPR) dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir untuk melindungi keselamatan pelaksana kerja dari paparan radiasi yang berlebihan dan membahayakan.
Untuk mencegah meluasnya kontaminasi, Tim Satgas Brimob KBRN Polri melakukan pengawasan ketat terhadap setiap kendaraan yang keluar-masuk kawasan industri.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada kendaraan yang membawa jejak radiasi ke luar kawasan.
Dari sisi kesehatan masyarakat, Kementerian Kesehatan telah memeriksa 1.562 pekerja yang beraktivitas di kawasan industri dan wilayah sekitarnya hingga radius 5 kilometer.
Baca juga : HVAC 2025, Pemerintah Targetkan Bangunan Kurangi Emisi Hingga 37 Persen
Mereka yang terindikasi terpapar radiasi telah diberikan obat prussian blue, penawar racun yang berfungsi mengeluarkan radionuklida Cs-137 dari dalam tubuh.
Satgas akan terus melanjutkan kegiatan dekontaminasi lanjutan di seluruh titik yang terdeteksi paparan Cs-137, serta melakukan pemetaan ulang (remapping) area terpapar untuk memastikan tidak ada sumber radiasi yang terlewatkan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya