Dark/Light Mode

Bapanas Patok Tahun Depan Stop Impor Gula

BUMN Diharapkan Bisa Pacu Produksi Si Manis

Sabtu, 18 Oktober 2025 06:30 WIB
Produksi gula dalam negeri terus ditingkatkan di hampir seluruh daerah penghasil gula. (Foto: Ilustrasi/Dibuat oleh AI/Gemini)
Produksi gula dalam negeri terus ditingkatkan di hampir seluruh daerah penghasil gula. (Foto: Ilustrasi/Dibuat oleh AI/Gemini)

 Sebelumnya 
“Jadi ada tahapannya. Terpenting, tahun depan kita target tidak impor white sugar lagi,” kata Amran di Kantor Bapanas, Jakarta, Senin (13/10/2025). 

Artinya, sambung Amran, setelah gula konsumsi dihentikan impornya, pihaknya menargetkan agar Indonesia juga stop impor gula rafinasi atau gula industri. 

Hal ini menunjukkan, Kementan fokus untuk percepatan swasembada gula dengan target gula konsumsi, selambatnya dapat dicapai pada 2028, sedangkan gula industri pada 2030. 

Baca juga : Ditolak Pedagang Barito Diminati Pedagang Lokal

Adapun dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Tebu di Surabaya, Jawa Timur, sebagai wilayah penghasil tebu terbesar di Indonesia, Rabu (11/6/2025) produksi gula nasional tahun ini diprediksi mencapai 2,9 juta ton. 

Jika target itu tercapai, kata Amran, maka akan menjadi produksi gula tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. 

Jumlah itu, lanjutnya, sudah hampir mencukupi kebutuhan white sugar dalam negeri. “Artinya, kita sedang menuju swasembada,” tegasnya. 

Baca juga : AS Roma Vs Inter Milan, Serigala Trauma Dimangsa Ular

Bila dilansir dari laman website Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu bps.go.id, ada beberapa negara yang selama ini mengimpor gula ke Indonesia. Tujuh di antaranya adalah India, Australia, Thailand, Brazil, Korea Selatan, Uni Emirate Arab (UEA), Jerman dan lainnya. 

Secara keseluruhan, jumlah impor gula pada 2024 mencapai 5.313.529 ton. Naik dibandingkan tahun 2023 sebesar 5.069.455 ton, di mana impor gula terbesar berasal dari Brazil sebanyak 3.406.716 ton pada 2024. Data tersebut terakhir di-update pada 29 Juli 2025. 

Sedangkan produksi gula pada 2024 diketahui mencapai 2,46 juta ton, naik 8,57 persen dibandingkan tahun 2023 sebesar 2,27 juta ton. 

Baca juga : WTA 125 Jinan 2025, Janice Tjen Selangkah Lagi Raih Gelar Juara

Sebelumnya, Senior Vice President (SVP) Sekretaris Perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) selaku induk holding ID Food Yosdian Adi Pramono menyampaikan, lewat kolaborasi bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan pedagang, per 28 September 2025, penyerapan gula petani telah mencapai 121.312 ton atau setara Rp 1,75 triliun. 

Ia merinci, angka penyerepan gula petani tersebut terdiri dari penyerapan yang dilakukan ID Food sebanyak 92.830 ton, SGN sebanyak 6.896 ton dan pedagang sebanyak 21.586 ton. 

“ID Food tidak hanya hadir sebagai penyerap hasil panen, tetapi juga sebagai motor penggerak industri gula nasional melalui dukungan hulu hingga hilir,” pungkas Yosdian di Jakarta, Senin (29/9/2025). [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.