Dark/Light Mode

PLN EPI Kembangkan Pertanian Cerdas Berbasis Listrik di Gunung Kidul

Senin, 20 Oktober 2025 10:40 WIB
Dok PLN EPI
Dok PLN EPI

RM.id  Rakyat Merdeka - Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menginisiasi program Electrifying Agriculture berbasis Internet of Things (IoT) di Rumah Bibit Desa Berdaya Energi Gunung Kidul yang dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Tani Mulya di Kalurahan Gombang, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program ini menjadi bagian dari komitmen PLN EPI dalam pengembangan biomassa sebagai sumber energi alternatif untuk mendukung program cofiring di pembangkit PLN.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, mengatakan bahwa salah satu inisiatif unggulan di Gunung Kidul adalah pengembangan Rumah Bibit Tanaman Multifungsi, seperti Kaliandra dan Indigofera, yang berfungsi ganda sebagai bahan baku energi dan pakan ternak.

“Rantingnya bisa dimanfaatkan untuk biomassa dan daunnya untuk pakan ternak,” ujar Mamit.

Baca juga : Kilang Pertamina Pastikan Kualitas BBM Teruji dan Penuhi Standar

Melalui program Electrifying Agriculture, lanjut Mamit, sistem penyiraman dan pemeliharaan tanaman kini diotomatisasi dan didigitalisasi menggunakan energi listrik sebagai sumber utama.

Ia menjelaskan, penerapan teknologi IoT memungkinkan pemantauan kondisi tanaman secara real-time, mencakup suhu, kelembapan, dan kebutuhan air.

Dengan begitu, proses pembibitan menjadi lebih presisi, efisien, dan ramah lingkungan.

“Inisiatif ini merupakan wujud nyata sinergi antara transformasi energi bersih dan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi digital,” kata Mamit.

Baca juga : PLN EPI dan SDBN Kerja Sama Pasok Biomassa untuk PLTU

Sebelumnya, pengelolaan Rumah Bibit di Gombang masih dilakukan secara konvensional, dengan sistem penyiraman manual yang kurang efisien dalam penggunaan air dan belum didukung teknologi modern.

“Kini, dengan penerapan Electrifying Agriculture dan pemanfaatan IoT, Rumah Bibit mampu mengelola proses pembibitan secara cerdas dan efisien,” ujar Mamit.

Ketua GAPOKTAN Tani Mulya, Satiman, menuturkan bahwa penerapan sistem berbasis listrik dan digital memberikan dampak positif bagi kelompok tani.

“Dengan adanya Electrifying Agriculture ini, kami dapat mengurangi biaya operasional melalui pemanfaatan energi listrik sebagai pengganti bahan bakar fosil, sekaligus meningkatkan efisiensi kerja dengan penggunaan peralatan listrik yang lebih cepat dan akurat,” ujar Satiman.

Baca juga : TAMENG, Living Lab Pertanian Berkelanjutan Pertama di Malang

Program Electrifying Agriculture menjadi bagian integral dari model Desa Berdaya Energi untuk memperkuat ekonomi lokal.

Program ini diharapkan menjadi prototipe bagi daerah lain dengan potensi biomassa tinggi di Indonesia. Langkah PLN EPI tersebut sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Melalui inovasi berbasis IoT ini, PLN EPI mendorong percepatan adopsi energi bersih di sektor pertanian dan peternakan, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan menuju pembangunan hijau yang berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.