Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Tengah Gejolak Energi Dunia, MedcoEnergi Catat Laba Bersih 86 Juta Dolar AS
Sabtu, 1 November 2025 05:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mencatat laba bersih sebesar 86 juta dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025.
Capaian itu menurun 69 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 273 juta dolar AS, seiring penurunan harga minyak dunia dan kontribusi yang lebih rendah dari Amman Mineral Internasional (AMMN).
Chief Executive Officer MedcoEnergi, Roberto Lorato, mengatakan perseroan tetap mencatat kinerja solid di tengah kondisi pasar yang bergejolak.
“Dengan terus mengoperasikan lapangan dan fasilitas baru, kami menghasilkan kinerja yang kuat meskipun pasar komoditas bergejolak. Akuisisi terbaru di PSC Sakakemang dan TGI semakin memperkuat posisi strategis kami di rantai nilai gas terintegrasi di Sumatra Selatan dan Jawa,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (31/10/2025).
Secara operasional, MedcoEnergi mencatat produksi minyak dan gas sebesar 150 ribu barel ekuivalen per hari (mboepd), dengan komposisi 28 persen minyak dan 72 persen gas.
Pada kuartal III, produksi meningkat menjadi 163 mboepd, bahkan mencapai 174 mboepd pada September berkat proyek baru di Natuna, Corridor, dan Oman.
Baca juga : Di Tengah Gejolak Aksi Demonstrasi, OJK Pastikan Layanan Perbankan Maksimal
Produksi pertama dari Proyek Terubuk Well Head Platform M di Blok B Laut Natuna Selatan juga mulai beroperasi pada 25 Juli 2025, menambah kapasitas hingga 6.600 barel minyak per hari dan 60 juta kaki kubik gas per hari.
Di sisi keuangan, EBITDA tercatat sebesar 946 juta dolar AS, turun 3 persen dari tahun lalu akibat penurunan rata-rata harga minyak dari 80 dolar menjadi 68 dolar AS per barel.
Harga gas relatif stabil di 6,9 dolar AS per mmbtu. Adapun rasio utang bersih terhadap EBITDA berada di level 2,0 kali, dengan kas dan setara kas mencapai 755 juta dolar AS.
MedcoEnergi mengalokasikan belanja modal sebesar 297 juta dolar AS untuk kegiatan pengeboran di Oman Blok 60, South Natuna Sea Blok B, dan Corridor, serta penyelesaian proyek energi bersih seperti Ijen Geothermal Fase 1 dan East Bali Solar PV.
Perseroan juga melanjutkan pengelolaan utang secara proaktif melalui tender offer dan pembelian kembali obligasi senilai 522 juta dolar AS, serta menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IDR IV Tahap I senilai Rp 1 triliun pada Juni 2025.
Selain itu, sejak April 2025, MedcoEnergi telah membeli kembali sekitar 455 juta saham dalam program buyback, dan menyetujui pembagian dividen interim sebesar 42 juta dolar AS atau sekitar Rp 28,3 per saham.
Baca juga : Mencegah Gejolak Sosial Lewat Kebijakan Pajak Yang Adil
Dengan tambahan dividen final, total dividen tahun ini mencapai Rp 53,3 per saham, naik 18 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pada sektor ketenagalistrikan, anak usaha Medco Power mencatat penjualan listrik sebesar 3.188 gigawatt jam (GWh), naik 8 persen dibanding tahun lalu. Sebanyak 25 persen di antaranya bersumber dari energi terbarukan.
Kinerja positif didukung oleh beroperasinya proyek Ijen Geothermal 35 megawatt (MW) dan East Bali Solar PV 25 MWp.
Sementara itu, Amman Mineral Internasional (AMMN) masih menghadapi tekanan kinerja dengan rugi bersih 37 juta dolar AS akibat larangan ekspor konsentrat dan tantangan peningkatan kapasitas smelter.
Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro menegaskan, perseroan akan terus berpegang pada nilai inti bisnisnya.
“Kepercayaan kami terhadap nilai inti bisnis kami tercermin dari program pembelian kembali saham dan peningkatan pembayaran dividen,” ujarnya.
Baca juga : Real Madrid Vs Osasuna, Minim Persiapan Tak Jadi Alasan
Tahun ini, MedcoEnergi menargetkan produksi minyak dan gas 155–160 mboepd, penjualan listrik 4.300 GWh, serta menekan biaya produksi minyak dan gas di bawah 10 dolar AS per barel ekuivalen.
Di tengah gejolak pasar dan perubahan arah energi global, MedcoEnergi berupaya menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan transformasi hijau.
Langkah ekspansi di sektor gas dan energi terbarukan menjadi sinyal bahwa perusahaan tak hanya mengejar angka laba, tetapi juga beradaptasi dengan masa depan energi yang lebih bersih.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya