Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Akselerasi UMKM Naik Kelas, Segmen SME BSI Melesat 12,20 Persen
Selasa, 4 November 2025 16:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI kian memperkuat komitmen nyata dalam mendorong peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Salah satunya melalui konsistensi aksesibilitas terhadap segmen SME (small medium enterprise).
Segmen ini merupakan middle segmen yang menjadi jembatan dari segmen mikro menuju segmen bisnis korporasi.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy menegaskan peran BSI sebagai bank syariah terbesar untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan UMKM naik kelas hingga mapan.
Mulai dari pendampingan, pelatihan kapabilitas dan kapasitas, penyediaan akses digital untuk pengembangan usaha dan juga memfasilitasi business matching sehingga bisa menembus pasar internasional.
Baca juga : Dorong Akselerasi UMKM Naik Kelas, LinkUMKM BRI Catat 13,6 Juta Pengguna
”Pertumbuhan bisnis BSI yang melesat juga didorong adanya peran besar dari segmen SME yang menjadi grassroot pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/11/2025).
Erwan mengatakan, pengembangan segmen SME yang sehat menjadi tantangan tersendiri bagi BSI terutama dari sisi peningkatan kapasitas nasabah maupun pengembangan usahanya.
Untuk itu, BSI membangun strategi akselerasi segmen non bankable, mikro hingga SME, sehingga mampu bersaing, sustain dan mapan. Yakni melalui pemetaan usaha yang potensial, manajemen risiko yang tepat dan pengelolaan sektor-sektor produktif yang berkembang.
Sejalan dengan kinerja BSI yang tumbuh solid pada triwulan III-2025, segmen SME juga menopang dan berkontribusi terhadap pembiayaan yang sehat.
Baca juga : Dukung UMKM Naik Kelas, Ipemi Gelar Anugerah Penggerak UMKM 2025
Hingga September 2025, pembiayaan SME BSI mencapai Rp 22,94 triliun, naik 12,20 persen yoy. Saat ini, lebih dari 15 ribu nasabah telah masuk dalam ekosistem pembiayaan tersebut.
Sektor pertanian, perdagangan, pendidikan dan kesehatan masih mendominasi bisnis segmen SME.
Sektor ini juga menjadi concern utama Pemerintah dengan berbagai program yanga saat ini gencar dilaksanakan.
Erwan menambahkan, sejalan dengan penerbitan POJK No.19 Tahun 2025 terkait akses pembiayaan kepada UMKM, BSI terus mendorong akseptasi pembiayaan SME yang mudah dengan tetap memperhatikan Good Corporate Governance(GCG).
Baca juga : Prabowo Dipercaya Publik, Gerindra Melesat ke Angka 33,5 Persen
Untuk mengakselerasi pertumbuhan segmen SME tersebut, saat ini BSI berfokus pada pembiayaan modal kerja dan investasi mulai dari Rp 500 juta sampai dengan Rp 25 miliar.
“Terutama juga ekspansif dan agresif pada ekosistem value chain dari bisnis eksisting yang juga meningkat 88,04 persen secara year on year,” katanya.
Komitmen kuat ini, tegas Erwan, sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan untuk terus berperan aktif mendukung pertumbuhan ekonomi, sejalan Asta Cita dan program nasional Pemerintah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya