Dark/Light Mode

Efisiensi Dongkrak Laba Samindo Resources 57 Persen

Rabu, 3 September 2025 16:38 WIB
Corporate Secretary Samindo Resources Ahmad Zaki. (Foto: Fazry/RM.id)
Corporate Secretary Samindo Resources Ahmad Zaki. (Foto: Fazry/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Awal 2025 menjadi periode penuh tantangan bagi PT Samindo Resources Tbk. Pendapatan perusahaan sempat tergerus, namun strategi efisiensi justru melahirkan cerita berbeda. Laba bersih perseroan melesat 57 persen pada semester pertama, mencapai 8,8 juta dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan periode sama tahun lalu.

Pendapatan konsolidasi hingga akhir Juni 2025 tercatat sebesar 79,6 juta dollar AS, turun 6 persen dibandingkan semester I-2024.

Penurunan ini terutama dipicu oleh berkurangnya volume overburden removal dan jasa penyewaan kendaraan. Meski begitu, biaya operasional berhasil ditekan.

Beban pokok pendapatan turun 4 persen menjadi 64,6 juta dollar AS, terutama berkat penghematan pada biaya ban. Dengan efisiensi tersebut, margin laba kotor menguat dan laba sebelum pajak naik 35 persen menjadi 11,1 juta dolar AS.

Baca juga : Angka Kemiskinan Turun Jadi 8,47 Persen

Perbaikan juga terlihat di sisi operasional. Volume pengangkutan batubara (Hauling) meningkat 5 persen menjadi 11.407 kiloton, didukung ketersediaan truk harian yang bertambah hingga 39 unit. Aktivitas pengeboran eksplorasi melonjak 36 persen, mencapai 16.711 meter.

Corporate Secretary Samindo Resources Ahmad Zaki menyebut, pencapaian ini sebagai buah dari konsistensi efisiensi dan penguatan operasional.

“Kami terus melakukan optimalisasi biaya, termasuk melalui optimalisasi ban yang terbukti efektif menekan pengeluaran. Di saat yang sama, kami juga berhasil memperpanjang kontrak strategis dengan KIDECO selama lima tahun ke depan, dengan skema tarif baru yang lebih kompetitif dan berbasis harga batubara ICI4,” ujar Zaki dalam media breafing Samindo Resources di Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Upaya diversifikasi pun terus dilakukan. Segmen penyewaan kendaraan yang sempat terdampak pengurangan sewa dari klien utama kini mulai merambah sektor minyak dan gas serta perkebunan.

Baca juga : Daniel Johan: Efisiensi Anggaran Jangan Sasar Pelayanan Dasar Rakyat

Langkah ini diharapkan memperluas portofolio bisnis sekaligus memperkuat sumber pendapatan baru.

Dari sisi neraca, kondisi keuangan perusahaan tetap terjaga. Hingga 30 Juni 2025, total aset tercatat 219,7 juta dolar AS, turun tipis 2 persen akibat depresiasi aset tetap.

Liabilitas menurun 10 persen menjadi 43,1 juta dolar AS setelah pelunasan pinjaman oleh PT Transkon Jaya Tbk (TRJA).

Posisi kas dan setara kas justru meningkat 10 persen menjadi 91,3 juta dolar AS, menandakan likuiditas yang kuat untuk menopang ekspansi ke depan.

Baca juga : Diproduksi Di Bekasi, TKDN Mitsubishi Destinator Tembus 70 Persen

Optimisme pun menyelimuti paruh kedua tahun ini. “Semester pertama ini menjadi bukti bahwa dengan strategi yang tepat dan komitmen terhadap efisiensi, kami mampu menjaga kinerja tetap positif. Kami optimistis menghadapi paruh kedua tahun 2025 dengan fokus pada penguatan operasional, ekspansi pasar, dan tata kelola yang berkelanjutan,” kata Zaki.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.