Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Survei Sun Life: Keluarga Asia Mulai Melek Soal Manajemen Warisan
Selasa, 4 November 2025 18:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hasil survei terbaru Sun Life bertajuk “Passing the Torch: Building Lasting Legacies in Asia”menunjukkan bahwa keamanan finansial menjadi fondasi utama dalam perencanaan warisan keluarga di Asia. Meski demikian, sebanyak 60 persen responden mengaku khawatir bahwa kekayaan mereka tidak akan bertahan melewati generasi anak-anak mereka.
Survei ini melibatkan lebih dari 3.000 responden di enam negara—Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam—untuk menggali pandangan, perilaku, dan aspirasi masyarakat Asia dalam merencanakan warisan, baik dalam bentuk kekayaan finansial maupun nilai-nilai keluarga.
Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia Maika Randini mengatakan, hasil survei ini mencerminkan perubahan cara pandang keluarga terhadap konsep warisan.
Baca juga : Pulih Dari Cedera, Jojo Makin Garang
“Kini warisan tidak hanya soal kekayaan, tetapi juga bagaimana memberikan rasa aman, pendidikan, dan kehidupan yang lebih bermakna bagi generasi berikutnya,” ujar Maika dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Menurut survei, sebanyak 70 persen responden menempatkan perlindungan finansial keluarga sebagai prioritas utama dalam perencanaan warisan, disusul dengan memastikan rencana pewarisan yang jelas (53 persen) dan membangun kekayaan yang cukup untuk diteruskan ke generasi berikutnya (48 persen).
Selain itu, 59 persen responden berharap warisan yang mereka tinggalkan dapat tetap produktif, misalnya melalui investasi dalam aset finansial, asuransi jiwa, atau bisnis keluarga. Jumlah yang sama juga ingin warisan digunakan untuk kebutuhan dasar seperti perumahan dan kesehatan, sementara 56 persen menginginkan warisan dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan.
Baca juga : BTN Dukung Ancol Lewat Layanan Keuangan Digital Dan Pembiayaan Karyawan
Namun, kekhawatiran terhadap keberlanjutan kekayaan tetap tinggi. Sebanyak 55 persen responden menilai ahli waris mereka belum memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk mengelola harta peninggalan, dan hanya 31 persen percaya anak-anak mereka akan menjaga serta mengembangkan nilai-nilai keluarga.
“Banyak keluarga mulai menyadari pentingnya perencanaan warisan yang terstruktur dan melibatkan bimbingan profesional agar nilai dan aset dapat diwariskan secara berkelanjutan,” kata Maika.
Sun Life mencatat, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan warisan semakin meningkat, tetapi tingkat kesiapan masih rendah. Hanya 19 persen responden yang merasa benar-benar siap jika harus meninggalkan warisan hari ini, dan hanya 10 persen yang telah menyiapkan serta mengomunikasikan rencana warisan secara lengkap.
Baca juga : Survei KedaiKOPI: Kelas Menengah Alihkan Belanja Ke Kebutuhan Pokok
Survei juga menemukan bahwa meski 70 persen responden mengetahui alat perencanaan seperti surat wasiat dan perwalian, hanya 38 persen yang benar-benar menggunakannya. Sebagian besar diskusi soal warisan masih dilakukan secara informal di dalam keluarga.
Lebih lanjut, Maika menekankan pentingnya literasi finansial sebagai bentuk warisan tak ternilai bagi generasi mendatang. Sebagian besar responden mengaku telah atau berencana mengajarkan dasar-dasar pengelolaan keuangan serta berbagi pengalaman finansial pribadi kepada anak-anak mereka.
“Hari ini, banyak keluarga ingin mewariskan lebih dari sekadar harta. Mereka ingin memberikan pengetahuan dan nilai untuk mengelola kekayaan dengan bijak. Sun Life berkomitmen mendampingi keluarga Indonesia membangun warisan yang tidak hanya bertahan, tetapi juga bermakna bagi generasi berikutnya,” tutup Maika.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya