Dark/Light Mode

Hashim Tegaskan Komitmen Iklim Indonesia Di KTT Belem

Jumat, 7 November 2025 16:49 WIB
Hashim S. Djojohadikusumo di KTT Iklim Belem, menegaskan komitmen Indonesia terhadap solidaritas dan aksi iklim global. (Dok. Ist)
Hashim S. Djojohadikusumo di KTT Iklim Belem, menegaskan komitmen Indonesia terhadap solidaritas dan aksi iklim global. (Dok. Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Utusan Khusus Presiden Indonesia untuk Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia terhadap aksi iklim global. Hashim menyampaikan dukungan penuh Indonesia terhadap inisiatif Tropical Forests Forever Facility (TFFF) yang diluncurkan Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva di Belem. 

"Inisiatif ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kolaborasi global lintas pemangku kepentingan dalam menjaga hutan tropis, paru-paru bumi, yang sangat vital bagi pencapaian target suhu 1,5°C dan tujuan bersama di bawah Perjanjian Paris,” kata Hashim dalam pidatonya mewakili Presiden Prabowo Subianto di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim Belem (Belem Climate Summit) dan Leaders Forum peluncuran TFFF, Kamis (6/11/2025). 

Sebagai negara dengan hutan tropis terluas ketiga di dunia, Indonesia menyambut baik TFFF sebagai skema pembiayaan berkelanjutan yang memberi insentif langsung bagi upaya konservasi berbasis masyarakat. Khususnya yang dipimpin oleh komunitas adat.

Baca juga : OSO Tegaskan Membangun Indonesia Harus Dari Daerah

"Indonesia berkomitmen memperkuat aksi iklim nasional, dan siap bekerja sama dengan semua negara untuk mewujudkan aksi iklim yang nyata, inklusif, dan ambisius," tambah Hashim. 

Menurut Hashim, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia untuk menyamai kontribusi Brazil terhadap TFFF. Hal ini sebagai wujud solidaritas antar-negara berhutan tropis. Di mana, Indonesia hadir di Belem sebagai mitra konstruktif yang berorientasi pada konsensus. Tema besar konferensi hutan, mineral kritis, pembiayaan, keanekaragaman hayati dan adaptasi sejalan dengan prioritas pembangunan nasional Indonesia.

“Indonesia siap memimpin, bekerja sama, dan berkontribusi untuk membangun dunia yang tangguh terhadap perubahan iklim dunia. Di mana tidak ada satu pun yang tertinggal,” tegas Hashim. 

Baca juga : OJK Tegaskan Komitmen Dukung Pengembangan & Implementasi Keuangan Berkelanjutan

Di kesempatan sama, Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas dukungan dan kehadirannya. Dalam suasana penuh keakraban, Presiden Lula memeluk Hashim dan menitipkan pesan hangat untuk Presiden Prabowo. "Brazil memiliki seorang sahabat di Indonesia," ucap Lula. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan di Sidang Umum PBB bahwa Indonesia menargetkan net-zero emission paling lambat tahun 2060 atau lebih cepat, dengan sasaran pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hingga 8 persen. 

Komitmen ini dituangkan dalam Second Nationally Determined Contribution (SNDC) Indonesia, yang menargetkan pengurangan emisi sebesar 1,2–1,5 gigaton CO₂ pada tahun 2035. Salah satu pilar utama kebijakan ini adalah Forestry and Other Land Uses (FoLU) Net Sink 2030, dengan target pengurangan bersih 92–118 juta ton CO₂ pada 2030.

Baca juga : Presiden Korsel Akui Peran Besar Indonesia, KNPI Apresiasi

Pemerintah juga mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan energi terbarukan, biofuel, serta teknologi rendah karbon seperti pembangkit listrik tenaga nuklir. Presiden Prabowo baru-baru ini menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Waste-to-Energy dan Perpres Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon sebagai instrumen pembiayaan dekarbonisasi nasional.

Indonesia mencatat kemajuan signifikan dalam pengendalian deforestasi, dengan rata-rata laju deforestasi tahunan turun 75 persen sejak 2019, terendah dalam dua dekade terakhir. Pemerintah juga memperkuat konservasi keanekaragaman hayati melalui pembangunan koridor gajah serta program konservasi berbasis masyarakat.

Selain itu, Indonesia melindungi sekitar 17 persen cadangan karbon biru dunia, setara dengan 3,4 gigaton CO₂ yang berperan penting dalam mitigasi iklim dan ketahanan pesisir.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.