Dark/Light Mode

Ekspansi PT Citra Terus Makmur Banjir Apresiasi

Rabu, 12 November 2025 16:37 WIB
Pegawai PT Citra Terus Makmur (CTM) memantau proses produksi di pabrik baru Sumedang. (Dok. CTM)
Pegawai PT Citra Terus Makmur (CTM) memantau proses produksi di pabrik baru Sumedang. (Dok. CTM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi yang dilakukan PT Citra Terus Makmur (CTM) mendapat apresiasi dari berbagai asosiasi industri tekstil. 

Perluasan investasi yang dilakukan CTM dinilai menjadi bukti bahwa industri tekstil nasional masih memiliki prospek cerah.

Sesepuh Asosiasi Pertekstilan Indonesia Frans, mengatakan ekspansi CTM menunjukkan kepercayaan pelaku industri terhadap potensi besar pasar tekstil dalam negeri. Namun, ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah dalam menjaga ekosistem industri tetap menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan sektor ini.

"Regulasinya sudah menunjang akan tetapi kami mengharapkan pemerintah terus memberi perhatian pada ekosistem secara keseluruhan, terutama di bahan baku. Kalau bahan bakunya dicegah, industri bisa berhenti,” ujar Frans saat peresmiaan perluasan pabrik PT Citra Terus Makmur di Sumedang.

Baca juga : Presiden Korsel Akui Peran Besar Indonesia, KNPI Apresiasi

Ia menilai kebijakan impor bahan baku seharusnya tidak dipersulit karena pasokan dalam negeri masih belum mencukupi. “Bahan baku seharusnya tidak dikenakan bea masuk, yang seharusnya dikenakan justru di level produk jadi,” tambahnya.

Frans juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah CTM yang terus memperluas kapasitas produksi. 

“Siapa pun yang mau berinvestasi pasti kami dukung. Langkah seperti CTM ini menunjukkan industri tekstil masih punya prospek besar asal pemerintah menjaga ekosistemnya,” tegasnya.

Sementara itu, Sesepuh Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) sekaligus President Director Asia Pacific Fibers, V. Ravi Shankar, juga menyambut positif ekspansi yang dilakukan CTM.

Baca juga : Kompetensi dan Kesejahteraan Guru Meningkat, Ketua PGRI Apresiasi Kemendikdasmen

 Menurutnya, integrasi industri dari hulu hingga hilir seperti yang dijalankan CTM adalah model ideal bagi industri tekstil nasional untuk tetap kompetitif.

"Ekspansinya bagus. Integrasi dari hulu sampai hilir ini model terbaik untuk Indonesia agar tetap bisa bersaing,” ujar Ravi Shankar.

Ravi menilai, langkah CTM menjadi contoh nyata bagaimana industri tekstil dalam negeri mampu beradaptasi dan terus tumbuh di tengah tantangan global. Ia menekankan pentingnya modernisasi sektor hulu agar rantai pasok semakin kuat dan efisien.

"Potensi pasar dalam negeri sangat besar. Sekarang tinggal modernisasi di hulu agar seluruh rantai industri bisa efisien dan berdaya saing tinggi,” jelasnya.

Baca juga : Elnusa Raup Cuan Rp 10,5 Triliun, Kinerja Terus Tumbuh Positif

Ravi juga mengingatkan perlunya kebijakan pemerintah yang berpihak pada penguatan industri nasional. “Kalau pabrik belum modern, biaya produksinya pasti lebih tinggi. Karena itu, modernisasi harus jadi prioritas,” katanya.

Menurutnya, pabrik CTM menjadi contoh kemajuan nyata industri tekstil Indonesia yang terus bertransformasi menuju efisiensi dan daya saing. “Pabrik seperti ini luar biasa. Ini contoh ekspansi yang kita harapkan untuk memperkuat industri nasional,” tutup Ravi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.