Dark/Light Mode

Kawal Tata Kelola Adil, Akademisi & Serikat Pekerja Gencarkan Literasi Keuangan

Jumat, 14 November 2025 16:00 WIB
Akademisi dan perwakilan serikat pekerja saat Workshop Literasi Keuangan di Antara Heritage Center, Jakarta. (Dok. Ist)
Akademisi dan perwakilan serikat pekerja saat Workshop Literasi Keuangan di Antara Heritage Center, Jakarta. (Dok. Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Akademisi Universitas Esa Unggul Jakarta bersama Aliansi Serikat Pekerja FSP ASPEK Indonesia menggelar Workshop Literasi Keuangan Serikat Pekerja di Antara Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas serikat pekerja sebagai aktor strategis dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang adil dan transparan. 

Akuntan profesional sekaligus akademisi, Daryanto Hesti Wibowo menjelaskan kemampuan analisis data menjadi fondasi penting dalam proses negosiasi.

“Di lapangan, banyak serikat pekerja masih bergantung pada informasi dari manajemen atau pihak ketiga. Kondisi ini kerap memunculkan miskomunikasi, kesalahan pengambilan keputusan, hingga memicu konflik internal,” kata Daryanto, dalam keterangannya, Jumat (14/11/2025). 

Baca juga : LPKR Perkuat Tata Kelola Lewat Pengadaan Berkelanjutan

Selain pelatihan, kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran buku Literasi Keuangan Serikat Pekerja: Sebentuk Upaya Penguatan, sebuah panduan praktis yang disusun berdasarkan riset lapangan dan pengalaman pendampingan serikat.

Pada kesempatan tersebut turut diluncurkan Aplikasi Digital Serikat Pekerja (DSP), sebuah platform yang menyediakan modul literasi keuangan, panduan negosiasi berbasis data, hingga ruang kolaborasi internal untuk memperkuat profesionalisme serikat pekerja di era digital.

Akademisi dan pakar teknologi informasi, Bambang Irawan menegaskan perlunya serikat pekerja beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Baca juga : Raisa Andriana, Curhat Perpisahan Di Atas Panggung

“Serikat pekerja perlu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Dengan data finansial yang akurat dan teknologi yang tepat, posisi tawar serikat akan semakin kuat dan profesional,” ujarnya.

Sementara itu, pakar komunikasi politik, Fajarina menekankan bahwa serikat pekerja kini dituntut menjadi mitra dialog yang lebih kritis, kuat, dan profesional dalam mendorong transparansi perusahaan. Sehingga dapat memperjuangkan hak pekerja secara berkelanjutan.

“Literasi keuangan bukan hanya tentang angka, tetapi tentang strategi dan masa depan kesejahteraan pekerja,” tegasnya.

Baca juga : Jelang Nataru, INFA & Port Gencar Kampanye Keselamatan

Adapun kegiatan ini mendapat dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM). 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.