Dark/Light Mode

JALITA Purna Tugas, Era Baru KRL Jabodetabek Dimulai

Senin, 17 November 2025 22:15 WIB
Direktur Utama KAI 2009–2014 Ignasius Jonan melambaikan tangan di atas gerbong JALITA. (Foto: Dok. KAI)
Direktur Utama KAI 2009–2014 Ignasius Jonan melambaikan tangan di atas gerbong JALITA. (Foto: Dok. KAI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mobilitas harian masyarakat Jabodetabek terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan perjalanan yang cepat, terjangkau, dan terjadwal. Di tengah dinamika itu, KRL Tokyu Seri 8500 atau “JALITA” menjadi simbol penting perjalanan panjang angkutan perkotaan berbasis rel. Pada Minggu (16/11/2025), rangkaian legendaris ini menjalani purna tugas, disaksikan ribuan warga dan railfans di Stasiun Jakarta Kota.

Sejak mulai beroperasi di Indonesia pada 2006, JALITA menjadi sarana pertama yang dimiliki langsung KAI Commuter setelah pemisahan entitas pada 2009. Dari titik itu modernisasi layanan KRL Jabodetabek berkembang pesat dengan penggunaan pendingin udara (AC), peningkatan kenyamanan, dan perluasan kapasitas angkut. Saat ini, KAI Commuter mengoperasikan 1.063 perjalanan setiap hari dengan dukungan 102 trainset atau 1.072 unit KRL siap operasi yang melayani seluruh lintas strategis Jabodetabek.

Pertumbuhan tersebut makin kuat pada 2025. Selama Januari–Oktober 2025, Commuter Line Jabodetabek melayani 287.297.882 penumpang, atau lebih dari 20 juta perjalanan setiap bulan. Angka ini menegaskan peran KRL sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan, menghubungkan pusat aktivitas mulai perkantoran, pendidikan, hingga kawasan hunian komuter yang terus berkembang.

Baca juga : Soal Pelatih Baru Timnas, Erick Thohir: Jangan Spekulasi!

Untuk mengenang peran JALITA dan dua seri lain yang turut mengawal transformasi layanan—Tokyu Seri 7000 dan JR203—KAI bersama komunitas membuka Mini Museum JALITA pada 10–16 November. Pameran ini menampilkan sejarah tiga seri KRL legendaris sekaligus edukasi publik seperti aturan naik KRL, kampanye Stop Pelecehan Seksual, keselamatan perjalanan, dan pengenalan sarana modern. Sebanyak 20.426 pengunjung hadir selama sepekan, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap evolusi transportasi urban Indonesia.

Momentum tersebut semakin istimewa dengan kehadiran Direktur Utama KAI 2009–2014 Ignasius Jonan, yang turut mendampingi perjalanan terakhir JALITA dari Stasiun Jakarta Kota menuju Depo Kampung Bandan hingga Depo Depok. Jonan menyapa pengguna setia KRL dan menegaskan bahwa layanan rel berperan penting dalam menggerakkan mobilitas harian Jabodetabek.

“Selama Jabodetabek menjadi wilayah hunian terpadat di Indonesia, Commuter Line akan selalu menjadi etalase layanan kereta api nasional. Mobilisasi masyarakat yang besar menjadikan transportasi berbasis rel sebagai kebutuhan utama kota besar. Peradaban urban kita semakin maju sehingga kebutuhan sarana yang andal dan frekuensi perjalanan akan terus meningkat,” ujar Jonan. 

Baca juga : KAI Janji Kebut Inovasi Dan Kerek Pelayanan

Ia juga mengingatkan bahwa nama “JALITA” diberikan oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal sebagai simbol perjalanan masyarakat lintas kota di Jakarta. Jonan berharap sebagian sarana dapat dilestarikan sebagai warisan yang menggambarkan perubahan besar layanan urban berbasis rel.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan museum sementara ini merupakan kolaborasi antara KAI, KAI Commuter, dan komunitas seperti IRPS untuk menghidupkan kembali jejak perjalanan KRL.

“Pameran ini memperlihatkan bahwa KRL adalah bagian dari kehidupan warga Jabodetabek. Edukasi yang kami tampilkan menjadi upaya bersama untuk membangun layanan yang aman, ramah, dan berkelanjutan,” tutur Anne.

Baca juga : Layani 14,5 Juta Pengguna Transportasi, LRT Jabodebek Rendah Emisi Ramah Lingkungan

Anne menambahkan, regenerasi sarana terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan kapasitas dan kenyamanan layanan. KAI dan KAI Commuter melakukan investasi sarana secara bertahap guna mendukung pertumbuhan mobilitas perkotaan.

“Purna tugas sarana legendaris ini membuka ruang bagi sarana yang lebih modern. KAI dan KAI Commuter berkomitmen memastikan layanan tetap menjadi pilihan utama mobilitas harian masyarakat,” tutup Anne.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.