Dark/Light Mode

Bahlil Lahadalia Raih Penghargaan Atas Gebrakan Transisi Energi Nasional

Rabu, 26 November 2025 09:43 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendapat penghargaan Tokoh Penggerak Transisi Energi dalam ajang detikcom Award 2025 di Jakarta, Selasa (25/11/2025) malam. (Foto: dok. ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendapat penghargaan Tokoh Penggerak Transisi Energi dalam ajang detikcom Award 2025 di Jakarta, Selasa (25/11/2025) malam. (Foto: dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali mencuri perhatian, setelah diganjar penghargaan Tokoh Penggerak Transisi Energi dalam ajang detikcom Award 2025 di Jakarta, Selasa (25/11/2025) malam. 

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja kerasnya mendorong perubahan besar di sektor energi, sejak menjabat pada 2024.

Usai menerima penghargaan, Bahlil langsung merendah. “Saya ucapkan terima kasih kepada detik atas penghargaan ini. Sebenarnya yang berhak menerima ini adalah teman-teman dari Kementerian ESDM. Saya hanya mewakili saja. Saya ingin menyampaikan bahwa ini sekaligus motivasi dalam rangka implementasi Pasal 33 UUD 1945,” ujar Bahlil.

Baca juga : SIM Keliling Tangsel Senin 24 November, Cek Disini Lokasinya

Bukan tanpa alasan, Bahlil mendapatkan penghargaan. Selama menjabat, Bahlil menjadi motor penggerak program green energy, hilirisasi tambang, hingga percepatan investasi Energi Baru Terbarukan (EBT).

Baru-baru ini, Bahlil mendampingi Presiden Prabowo meresmikan 55 proyek EBT di 15 provinsi. Sebanyak 50 di antaranya siap beroperasi. Proyek itu mencakup tiga Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berkapasitas 91,9 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 27,8 MW, serta lima PLTP dalam pembangunan dengan total 260 MW.

Atas arahan Presiden Prabowo, Bahlil juga mendorong pembangunan PLTS desa bagi wilayah terpencil yang belum menikmati listrik, dengan target kapasitas hingga 100 GW.

Baca juga : Pratikno Ajak Gerakan Rehabilitasi Lingkungan

Serta menggulirkan program BPBL untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan sambungan listrik.

Program BPBL menargetkan elektrifikasi 5.758 desa yang belum berlistrik PLN dan penyambungan listrik untuk sekitar 1,2 juta rumah tangga, sejalan dengan RUPTL PLN 2025–2034.

Tak hanya itu, Bahlil juga mempercepat pemanfaatan biodiesel. Indonesia menargetkan peningkatan dari B40 ke B50 pada 2026. Per September 2025, realisasi B40 mencapai 10,57 juta kiloliter, meningkatkan nilai tambah CPO hingga Rp 14,7 triliun, menghemat devisa Rp93,43 triliun, menyerap 1,3 juta tenaga kerja, dan menurunkan emisi karbon 28 juta ton.

Baca juga : Menko AHY Raih Penghargaan Tertinggi Alumni NTU Singapura

Pemimpin Redaksi detikcom, Alfito Deannova Ginting, dalam sambutannya menegaskan bahwa kontribusi para penerima penghargaan menjadi cahaya bagi banyak orang.

“Malam ini, para penerima penghargaan telah menunjukkan satu hal, bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan dengan hati dapat menjadi cahaya bagi banyak orang. Karya-karya mereka adalah bukti bahwa Nusantara tidak pernah kehabisan cahaya. Atas nama detikcom, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Nusantara yang malam ini kami apresiasi,” ujar Alfito.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.