Dark/Light Mode

Jaga Stabilitas Pertumbuhan Dan Genjot Daya Beli Masyarakat

Dana Jumbo Dikucurkan Untuk Program Prioritas

Kamis, 4 Desember 2025 06:35 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk menjaga momentum ekonomi di tengah ketidakpastian global, Pemerintah mengalokasikan pendanaan 150 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 2.500 triliun untuk membiayai berbagai program prioritas.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, indikator utama perekonomian nasional menunjukkan ketahanan dan pemulihan yang solid, meski dunia menghadapi tantangan besar.

Dia menegaskan, Pemerintah memperkuat bauran kebijakan, baik fiskal maupun non-fiskal. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pertumbuhan, meningkatkan daya beli masyarakat dan memperluas peluang investasi di sektor-sektor strategis.

Baca juga : PLN Kerja 24 Jam Pulihkan Listrik Di Aceh Dan Sibolga

“Indonesia tetap tangguh, melanjutkan perjalanannya sebagai salah satu negara dengan perekonomian paling dinamis dan menjanjikan di dunia. Untuk mengoptimalkan seluruh potensinya, kita membutuhkan sinergi kolaboratif,” kata Airlangga dalam keterangan di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Mantan anggota DPR ini mengatakan, sejumlah indikator fundamental ekonomi berada pada level yang solid. Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur mencapai 53,3 pada November. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level 121,2 pada Oktober, sementara pengeluaran rumah tangga meningkat menjadi 312,8 pada pertengahan November.

Dari segi perdagangan luar negeri, kinerja ekspor tetap kuat dengan surplus 35,88 miliar dolar AS atau Rp 596,7 triliun sepanjang Januari-Oktober 2025. Hal ini melanjutkan tren surplus selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Baca juga : Panaskan Mesin Partai, PKB Banten Targetkan Kursi Naik 100 Persen

Momentum pertumbuhan ekonomi juga diperkuat melalui rangkaian program akhir tahun untuk mendorong konsumsi masyarakat.

Pemerintah menyiapkan diskon moda transportasi untuk periode 22 Desember 2025–10 Januari 2026, serta menggelar 37 agenda pariwisata besar, program Every Purchase Is Cheap (EPIC) Sale, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dan program Belanja di Indonesia Aja (BINA). Seluruh program ini diperkirakan menggerakkan sektor pariwisata dan ritel hingga Rp 120 triliun.

Sektor pariwisata juga mencatat capaian positif. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 12,75 juta sepanjang Januari-Oktober 2025. Sementara perjalanan wisatawan Nusantara menembus 96 juta hingga Oktober, tumbuh sekitar 18 persen secara tahunan.

Baca juga : Banjir Rob Di Pesisir Jakut Berpotensi Naik Signifikan

Prospek ekonomi 2026 diperkuat melalui pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang difokuskan pada stabilitas dan pertumbuhan inklusif. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 2.500 triliun untuk ketahanan pangan, ketahanan energi dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pendidikan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.