Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menteri ESDM Dan Dirut Pertamina Tinjau Pasokan Energi Di Aceh–Sumatera
Kamis, 4 Desember 2025 09:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Dirut Pertamina Simon Mantiri meninjau ketersediaan energi serta penyaluran bantuan di Aceh, Sumut, dan Sumbar pascabencana banjir dan longsor pada 2-3 Desember 2025.
Rangkaian kunjungan dimulai di Bireuen, Aceh, kemudian berlanjut ke Tapanuli Tengah dan Sibolga, Sumatera Utara, dan ditutup di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Di setiap lokasi, Menteri Bahlil dan Dirut Pertamina meninjau posko bantuan, titik pengungsian, serta infrastruktur energi untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi energi bagi masyarakat meski berada dalam situasi darurat.
Baca juga : Misbakhun Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Sumatera Pasca-Bencana
Menteri Bahlil menyatakan, pasokan BBM dan LPG di Aceh, Sumut, dan Sumbar berada pada level aman, namun akses distribusi melalui jalur darat masih terkendala akibat putusnya jalan dan jembatan. Untuk itu, Kementerian ESDM dan Pertamina mengalihkan distribusi energi menggunakan jalur laut dan udara.
“Mobilisasi ke daerah-daerah yang terputus jalan dan jembatannya menjadi tantangan utama. Karena itu, sebagian suplai menggunakan pesawat dan sebagian lainnya menggunakan rakit. Seperti di Bireuen, Aceh, distribusi dilakukan dengan rakit,” ujar Menteri Bahlil.
Ia juga meminta SPBU di wilayah terdampak untuk beroperasi 24 jam atau menyesuaikan jam layanan sesuai kebutuhan masyarakat dan situasi lapangan. Kebijakan ini diperlukan agar ketersediaan energi terjaga dan upaya penanganan bencana—termasuk pergerakan alat berat, ambulans, dan distribusi logistik—tidak terhambat.
Baca juga : DPR Minta Pemerintah Segera Kirim Bantuan Darurat Ke Aceh-Sumatera
Selama kunjungan, Menteri Bahlil dan Dirut Pertamina turut menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa sembako, perlengkapan keluarga dan kebersihan, obat-obatan, serta dukungan energi seperti LPG untuk dapur umum dan BBM untuk operasional alat berat, kendaraan logistik, hingga evakuasi.
Bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Peduli yang sejak awal bencana telah digerakkan untuk mempercepat pemulihan masyarakat. Hingga 3 Desember 2025, total bantuan yang diberikan Pertamina untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai Rp 5,4 miliar.

Dirut Pertamina menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan energi sekaligus mempercepat bantuan sosial bagi masyarakat terdampak.
Baca juga : Puskepi Apresiasi Respons Cepat Pertamina dan PLN Pulihkan Energi di Sumatera
“Pertamina berkomitmen untuk terus menjalankan peran penting dalam penanganan darurat, penyediaan energi, serta pemulihan sosial masyarakat di seluruh wilayah terdampak bencana di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pertamina akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pendistribusian energi di wilayah bencana. Melalui Posko Pertamina Peduli di tiga provinsi, Pertamina melakukan pemantauan situasi secara berkelanjutan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penanganan bencana, serta lembaga kemanusiaan agar penyaluran bantuan berlangsung cepat dan tepat sasaran.
Sebagai perusahaan pemimpin dalam transisi energi, Pertamina terus mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan mendorong berbagai program yang berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut dijalankan sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya