Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pupuk Kaltim Raih Predikat The Most Trusted Company Di Ajang CGPI 2025
Senin, 8 Desember 2025 20:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali mengukuhkan posisi sebagai perusahaan paling terpercaya di Indonesia, dengan meraih predikat The Most Trusted Company pada ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2025.
Ajang ini digelar The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG), bekerjasama dengan SWA Media Group.
Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim Teguh Ismartono mengungkapkan, tahun 2025 ini perusahaan berhasil meraih skor 89,37 dan menempatkan Pupuk Kaltim sebagai perusahaan dengan penerapan GCG terbaik dari seluruh anak usaha Pupuk Indonesia Grup.
Skor tersebut didasarkan pada penilaian menyeluruh terhadap tiga aspek utama, yaitu Struktur Tata Kelola Perusahaan, Proses Tata Kelola, dan Hasil Tata Kelola.
Teguh mengatakan, penghargaan ini kedelapan kalinya diterima Pupuk Kaltim, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memaksimalkan nilai perusahaan.
Baca juga : Pertamina EP Raih Peringkat Bronze Di Penghargaan ASRRAT 2025
"Kami terus mengukur implementasi tata kelola perusahaan sesuai prinsip GCG, dengan evaluasi dan asesmen berdasarkan CGPI," ujar Teguh, dalam keterangannya, Senin (8/12/2025).
Menurut Teguh, pencapaian ini mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga tata kelola perusahaan yang sehat dan akuntabel, melalui pendekatan evaluasi dan asesmen secara berkelanjutan.
Pupuk Kaltim terus melakukan perbaikan untuk memastikan implementasi GCG berjalan secara optimal.
Ia menambahkan, skor tahun ini pun menunjukkan peningkatan berkelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya, mencerminkan implementasi GCG yang bukan hanya formalitas. Tetapi, telah terinternalisasi dalam seluruh proses bisnis dan operasional perusahaan.
Implementasi GCG, menurut Teguh merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan dan ketahanan perusahaan, terutama menghadapi tantangan industri yang semakin dinamis. "Hal inilah, yang terus kami perkuat, sebagai upaya meningkatkan daya saing," ujar Teguh.
Ia menekankan, tata kelola perusahaan yang baik tidak hanya berkontribusi pada kinerja bisnis dan pendapatan, tetapi juga pada kepuasan pelanggan, keterlibatan karyawan.
Maka sejalan dengan tema CGPI 2025, yakni "Membangun Kapabilitas Dinamis Perusahaan dalam Kerangka GCG", Pupuk Kaltim untuk terus memperkuat struktur, proses dan tata kelola guna membentuk karakter perusahaan yang tangguh dan adaptif, guna menghadapi tantangan, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha.
Melihat pencapaian tahun ini, Pupuk Kaltim berkomitmen, tidak hanya memperkuat posisi sebagai pemimpin di industri pupuk nasional. Tetapi, juga mendorong dunia usaha untuk terus meningkatkan penerapan GCG sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis.
"Kami akan terus menjalankan strategi dan kebijakan sesuai koridor GCG, sebagai kesatuan sistem yang kuat dalam mendorong optimalisasi kinerja bisnis secara berkelanjutan," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Chairman IICG Gendut Suprayitno menyampaikan, program CGPI diikuti oleh 52 perusahaan nasional dan diinisiasi sebagai upaya mendukung terciptanya perilaku bisnis yang sehat dan sesuai dengan prinsip GCG.
Baca juga : PHR Raih Predikat Trusted Company pada Ajang CGPI 2024
Melalui ajang ini, dunia usaha dan industri tanah air didorong meningkatkan kepatuhan dalam menjalankan bisnis secara beretika dan bermartabat, dengan penilaian menggunakan pendekatan tematik yang disesuaikan dengan perkembangan bisnis.
"Ajang ini bentuk komitmen kami untuk terus mendorong perusahaan di tanah air mampu menjalankan bisnis sesuai prinsip GCG yaitu bersih, transparan, beretika dan akuntabel," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya