Dark/Light Mode

MarketingFest 2025, Strategi Bangun Daya Saing Brand Di Tengah Gempuran AI

Minggu, 14 Desember 2025 06:32 WIB
Sesi konferensi pers Marketing Fest 2025 dihadiri VP and Country Manager Exabytes Indra Hartawan (tengah) bersama SVP Marketing DOKU Ayu Sawitri Hapsari dan Founder DailySEO Muhammad Ilman Akbar di Menara Kuningan Jakarta, Jumat (12/12/2025). (Foto: Merry Apriyani/Rakyat Merdeka/RM.id)
Sesi konferensi pers Marketing Fest 2025 dihadiri VP and Country Manager Exabytes Indra Hartawan (tengah) bersama SVP Marketing DOKU Ayu Sawitri Hapsari dan Founder DailySEO Muhammad Ilman Akbar di Menara Kuningan Jakarta, Jumat (12/12/2025). (Foto: Merry Apriyani/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Transformasi digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intellingence (AI) kian mengubah wajah industri pemasaran global.

AI tak lagi sekadar alat pendukung, melainkan telah menjadi fondasi strategis dalam membangun daya saing brand.

MarketingFest 2025, forum strategis yang mempertemukan pemimpin industri, praktisi marketing, dan pelaku teknologi untuk membahas masa depan pemasaran yang tak hanya bertumpu pada otomatisasi, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan.

VP and Country Manager Exabytes Indonesia Indra Hartawan AI kini bukan lagi sesuatu yang baru.

Dalam setahun terakhir, adopsi AI berkembang pesat, bahkan hingga ke level UMKM.

Baca juga : Hakordia 2025, ASDP Komit Tata Kelola Bersih & Perjalanan Layanan Publik Terpercaya

“Melalui inisiatif seperti Eve, Exabytes AI Smart Assistance, hingga pengembangan AI Hosting, kami mendorong pemanfaatan AI yang lebih praktis dan aplikatif. Implementasi AI harus mengutamakan penambahan nilai, bukan sekadar efisiensi,” ujar Indra dalam keterangannya, Sabtu (13/12/2025)

Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini bukan pada teknologi, melainkan adaptasi perilaku dan mindset.

"AI adalah masa depan, bukan lagi pilihan. Brand yang bertahan adalah brand yang mampu memadukan teknologi dengan nilai kemanusiaan," ujarnya.

Laporan McKinsey Global Survey on AI mencatat lebih dari 70 persen perusahaan global telah mengintegrasikan AI ke dalam fungsi bisnis dan pemasaran, mulai dari analitik pelanggan, personalisasi, hingga otomasi pengambilan keputusan.

Dari sisi customer engagement dan pembayaran digital, SVP Marketing DOKU Ayu Sawitri Hapsari menyoroti peran AI dalam meningkatkan efektivitas dan ketepatan strategi bisnis.

Baca juga : Peringati HDI 2025: PGN Salurkan Bansos dan Dukung UMKM Penyandang Disabilitas

Menurutnya, edukasi tetap menjadi kunci. “AI membantu bisnis menjadi lebih terarah. Tapi pelaku usaha perlu memahami informasi yang mereka terima sesuai dengan kesiapan dan tahapan bisnis masing-masing,” ujar Ayu.

Sementara itu, Founder DailySEO ID Muhammad Ilman Akbar, menilai indikator keberhasilan pemasaran juga mengalami pergeseran.

“Jika sebelumnya KPI berfokus pada volume trafik, kini bergeser ke visibilitas di ekosistem AI dan kualitas trafik yang benar-benar mendorong konversi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya fondasi digital yang kuat, mulai dari website, konsistensi konten, hingga strategi promosi digital yang lebih agresif dan terarah. Mengusung tema “Brand Marketing Reimagined: Human + AI”, MarketingFest 2025 menyoroti pergeseran peran marketer.

Dari sekadar pelaksana kampanye menjadi pengambil keputusan strategis berbasis data, insight prediktif, dan pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen yang kini semakin dipengaruhi AI.

Baca juga : Bareng Kementan, SNJ Gerak Cepat Bantu Korban Bencana Di Sumatera

Di tengah masifnya otomatisasi, diferensiasi brand justru ditentukan oleh kemampuan menjaga konteks, relevansi, serta kepercayaan konsumen.

Human dan AI bukan pilihan, melainkan kombinasi strategis yang akan menentukan masa depan brand Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.