Dark/Light Mode

Global FIATA Optimis Sektor Logistik Indonesia Tetap Tumbuh Positif Di 2026

Senin, 15 Desember 2025 17:32 WIB
Senior Vice President FIATA, Yukki Nugrahawan Hanafi. (Dok. FIATA)
Senior Vice President FIATA, Yukki Nugrahawan Hanafi. (Dok. FIATA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Federasi Asosiasi Logistik Global FIATA meyakini dengan pertumbuhan sektor logistik rantai pasok Indonesia pada tahun 2026. Hal ini dinilai FIATA dengan mempertimbangkan ketahanan sektor logistik nasional dalam menghadapi gejolak eksternal global sepanjang tahun 2025, yang diiringi dengan terjaganya permintaan pada sisi domestik.

Senior Vice President FIATA Yukki Nugrahawan Hanafi melihat solidnya sektor logistik nasional berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini. Di mana hal tersebut menjadi modal yang kuat dalam menyambut tahun 2026 mendatang. 

“Tahun 2025 faktor eksternal geopolitik dan perang dagang dengan intensif telah memengaruhi permintaan dan sektor logistik di tingkat global dan nasional, namun sektor ini terus tumbuh dengan positif dan berkontribusi pada tumbuhnya ekonomi Indonesia 5 persen," kata Yukki kepada wartawan, Senin (15/12/2025). 

Baca juga : EWC Foundation: Indonesia Mesin Pertumbuhan Esports Dunia

Yukki melanjutkan pada tahun 2026 faktor-faktor domestik Indonesia akan menjadi motor tren positif sektor logistik nasional. Khususnya berkaitan erat dengan menguatnya konsumsi domestik dan daya beli masyarakat bersamaan dengan target pertumbuhan APBN 5,4 persen, serta berjalannya program-program strategis pemerintah. 

Ketua Dewan Pembina ALFI itu lantas mencontohkan Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), maupun guyuran likuiditas yang memilik efek multiplier dalam penyaluran kredit perbankan.

“Selain itu, geliat konsumsi sudah mulai terlihat menguat yang ditandai dengan aktivitas sektor manufaktur yang ekspansif pada level 53.3 pada November lalu atau lebih tinggi dibandingkan awal Januari lalu. Bahkan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mulai tumbuh agresif pada semester-II 2025, dimana hal ini kami yakini akan terus mendorong permintaan belanja domestik masyarakat dan berkontribusi pada permintaan sektor logistik tahun depan,” papar Yukki.

Baca juga : Ski Air Indonesia Sabet Emas Di SEA Games 2025

Meskipun demikian, Yukki mengingatkan bersikap hati-hati dalam melihat tantangan dari sisi geopolitik. Sebab, sewaktu-waktu dapat kembali intensif maupun faktor disrupsi penggunaan Artificial Intelligence (AI) pada sektor logistik jika para pelaku usaha gagal untuk beradaptasi dengan tanggap.

“Walaupun dari sisi domestik solid, namun kita perlu mencermati ketidakpastian pasca perang dagang yang membentuk lanskap ‘new normal’ pada ekonomi global dan ikut mendorong intensitas konflik geopolitik dunia. Selain itu, penggunaan AI semakin niscaya bahkan berkembang sangat cepat. Dalam konteks logistik, berbagai perusahaan logistik multinasional telah mengadopsi AI dan menjadi lebih efisien. Kami berharap pelaku usaha nasional segera beradaptasi untuk menggunakan AI.” tutup Yukki.

Sebagai informasi, sektor logistik terus tumbuh positif sepanjang tahun 2025. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor logistik rantai pasok dari industri pergudangan dan transportasi tumbuh masing-masing 9,01 persen, 8,52 persen, dan 8,62 persen dalam tiga kuartal terakhir tahun 2025, serta berkontribusi sebesar 6,08 persen terhadap PDB nasional. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.