Dark/Light Mode

APKI Dorong Industri Pulp-Kertas Genjot Produksi Berkelanjutan

Rabu, 17 Desember 2025 17:23 WIB
Foto: APKI
Foto: APKI

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mendorong transformasi industri pulp dan kertas nasional menuju daya saing global yang berbasis keberlanjutan.

Hal itu dibahas dalam Rapat Kerja APKI 2025 bertema “Beyond Growth: Transforming Indonesia’s Pulp and Paper Industry Towards a Sustainable Future”, di Jakarta, Senin (16/12/2025).

Kegiatan tersebut menjadi wadah strategis bagi pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk membahas dinamika pasar global serta arah pengembangan industri pulp dan kertas dalam menghadapi tuntutan keberlanjutan yang semakin mengemuka.

Industri pulp dan kertas tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Pada 2025, sektor ini berkontribusi sebesar 3,68 persen terhadap PDB nonmigas. Selain itu, industri tersebut menyerap lebih dari 288 ribu tenaga kerja langsung dan sekitar 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung sepanjang 2024. Hingga pertengahan 2025, Indonesia juga berada dalam jajaran produsen pulp dan kertas terbesar dunia.

Baca juga : Rayakan HUT ke-12, PPRO Gelar Program CSR Berkelanjutan

Ketua Umum APKI Liana Bratasida mengatakan, transformasi menuju industri hijau bukan sekadar memenuhi tuntutan pasar global, tetapi menjadi kebutuhan untuk memperkuat daya saing jangka panjang.

“Keberlanjutan bukan lagi tren, melainkan kewajiban kepatuhan dan ekspektasi rantai pasok global. Transformasi menuju industri hijau harus menjadi prioritas agar industri pulp dan kertas Indonesia tetap relevan dan berdaya saing,” ujarnya dalam sambutan.

Rapat kerja tersebut dibuka oleh Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, yang mewakili Menteri Perindustrian. Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung penurunan emisi di sektor industri sejalan dengan target Net Zero Emission dan kebijakan dekarbonisasi nasional.

“Industri yang berkelanjutan bukan hanya untuk menjawab tuntutan global, tetapi juga untuk memastikan daya saing jangka panjang. Pemerintah telah menyiapkan roadmap dekarbonisasi yang terukur serta kebijakan dan insentif untuk memperkuat investasi hijau,” katanya.

Baca juga : BNI Dukung Industri Kreatif, Nonton Bareng Film Timur Di Berbagai Kota

Dalam sesi talkshow, Senior Product Manager Fastmarkets Sampsa Veijalainen memaparkan perkembangan pasar global. Ia menilai permintaan kertas dan karton masih akan tumbuh, khususnya di Asia, namun industri harus mengakselerasi pengurangan jejak karbon.

“Secara global, industri pulp dan kertas menyumbang sekitar 15,55 persen dari total emisi sektor industri. Upaya dekarbonisasi menjadi krusial dalam menjaga daya saing,” katanya.

Pembahasan pembiayaan hijau menjadi fokus dalam sesi diskusi panel.

Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 2 OJK Nailin Ni’mah, Analis Kebijakan Madya Kementerian Keuangan Slamet Widodo, dan Chief Sales Officer PT SUN Energy Oky Gunawan menguraikan peran kebijakan dan pembiayaan dalam mendorong investasi hijau, termasuk implementasi energi terbarukan seperti PLTS di kawasan industri.

Baca juga : LPS Shanghai 2025, Jimbaran Hijau Dorong Investasi Berkelanjutan Berbasis Budaya

APKI menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan guna mempercepat transformasi menuju industri pulp dan kertas beremisi rendah melalui kebijakan, pembiayaan hijau, serta adopsi teknologi yang lebih efisien.

Dengan berbagai upaya tersebut, industri pulp dan kertas diharapkan mampu meningkatkan kontribusi dalam perekonomian nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau yang inklusif di masa mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.