Dark/Light Mode

Vokasi Tulang Punggung Industri Nasional, Kemenperin Genjot Penguatan SDM

Senin, 8 Desember 2025 14:32 WIB
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi. (Foto: DIT/Rakyat Merdeka)
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi. (Foto: DIT/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan pendidikan vokasi sebagai tulang punggung pembangunan industri nasional.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Doddy Rahadi, saat mengunjungi Akademi Teknologi Kulit (ATK) Yogyakarta, Senin (8/12/2025).

Menurut Doddy, masa depan industri sangat ditentukan oleh kemampuan vokasi dalam menghasilkan tenaga kerja kompeten, adaptif, dan sesuai kebutuhan dunia usaha. Karena itu, seluruh satuan pendidikan di bawah Kemenperin diminta memperkuat kolaborasi dengan industri dan memperbarui kurikulum agar relevan dengan tren teknologi terbaru.

Vokasi tidak boleh berjalan sendiri. Kurikulumnya harus disusun bersama industri, supaya link and match benar-benar terjadi. Lulusan harus siap mengisi kebutuhan sektor manufaktur yang semakin spesifik,” ujarnya.

Baca juga : Terima Kunjungan Kehormatan Timor Leste, Kemenkop Tekankan Penguatan Koperasi Desa

Ia mencontohkan, ATK Yogyakarta yang menjadi satu-satunya kampus teknologi kulit di Asia Tenggara. Doddy menilai, posisi strategis itu harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem industri persepatuan, penyamakan kulit, hingga pengolahan karet dan plastik.

“ATK harus jadi pusat ilmu kulit di kawasan. Kalau ada yang ingin bertanya tentang teknologi dan proses kulit, jawabannya harus ada di sini,” kata Doddy.

Selain itu, Kemenperin tengah menyusun Strategi Baru Industrialisasi Nasional yang memuat empat pilar utama, salah satunya penguatan SDM industri. Doddy menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja terampil akan meningkat seiring arah pembangunan industri ke sektor masa depan seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, industri hijau, dan manufaktur berbasis teknologi.

“Kita bicara pertumbuhan industri yang tinggi. Itu tidak mungkin dicapai kalau SDM-nya tetap gitu-gitu saja. SDM industri harus produktif, punya kompetensi, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi,” tegasnya.

Baca juga : Industri Dukung Penunjukan Balai Pengujian Kemenperin Untuk SNI Impor

Untuk mempercepat penyiapan SDM, Kemenperin juga mendorong program magang nasional yang saat ini memasuki batch ke-3. Pada tahap terakhir, animo mencapai 104 ribu pendaftar hanya dalam dua hari. Program tersebut memberi kesempatan lulusan vokasi menjalani magang terstruktur dengan uang saku setara UMP dan peluang masuk industri.

“Magang nasional ini jembatan penting agar lulusan vokasi langsung terserap industri. Kita ingin lulusan tidak hanya punya ijazah, tetapi juga pengalaman nyata di lapangan,” jelasnya.

Doddy menambahkan, peningkatan kapasitas pendidik dan dosen juga menjadi prioritas. Para pengajar didorong untuk menjalani magang industri agar pengajaran tetap relevan dan berorientasi praktik.

“Kualitas pendidikan vokasi bukan hanya soal fasilitas, tapi juga pengalaman para pengajarnya. Dosen harus merasakan budaya kerja industri, baru bisa mengajar dengan tepat,” katanya.

Baca juga : Dari Stok Pupuk yang Menggunung, Semangat Swasembada Pangan Makin Menguat

Ia menegaskan, seluruh unit pendidikan di bawah Kemenperin harus bergerak bersama, saling bekerja sama, dan tidak berjalan parsial. Ekosistem vokasi, balai latihan industri, balai riset, serta industri pembina disebut harus terhubung dalam satu rantai pembentukan SDM unggul.

“Vokasi adalah tulang punggung industri. Kalau SDM-nya kuat, industri kita akan melompat. Itu tujuan besar yang sedang diorkestrasi oleh Pak Menteri,” ujar Doddy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.