Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gandeng SKK Migas, Bina Antarbudaya Gelar AFS Global Future Leaders Network 2025
Jumat, 19 Desember 2025 13:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bina Antarbudaya menggandeng Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meresmikan pembukaan in-person workshop AFS Global Future Leaders Network (GFLN) 2025.
Program ini bertujuan mengembangkan kompetensi generasi muda di wilayah operasi hulu migas. Adapun, program ini menyasar siswa SMA/sederajat berusia 15-17 tahun dan dirancang untuk memperkuat kemampuan intercultural learning, pemahaman industri minyak dan gas, serta wawasan pembangunan berkelanjutan.
Melalui pendekatan pembelajaran intensif, kolaboratif, dan lintas budaya, para peserta dibekali keterampilan global untuk menghadapi tantangan masa depan.
Sebanyak 55 siswa terpilih didatangkan dari wilayah operasi hulu migas, antara lain Kepulauan Tanimbar, Kutai Kartanegara, Bojonegoro, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.
Baca juga : Skuad Lengkap, Garuda Muda Siap Tempur Di SEA Games 2025
Sebelum mengikuti kegiatan in-person workshop, para peserta terlebih dahulu menjalani pembelajaran daring selama empat minggu melalui sesi live session mingguan bersama fasilitator dari berbagai negara.
Seluruh sesi disampaikan dalam bahasa Inggris dan dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, public speaking, meningkatkan kepercayaan diri, serta kesadaran berinteraksi sebagai warga global.
Global Digital Program Specialist Bina Antarbudaya Fani Salsabila mengatakan, dari sekitar 300 pendaftar yang masuk, hanya 55 peserta yang lolos seleksi.
"Para peserta menunjukkan komitmen dan kegigihan yang luar biasa dalam menuntaskan program. Ini adalah kelompok pertama yang sejak kick-off session sudah menunjukkan semangat," kata Fani dalam keterangan resminya, Jumat (19/12/2025).
Baca juga : Bantu Atasi Stunting, Apical Gelar Aksi Sosial Di RGE Founder’s Day 2025
Fani berharap, para peserta kembali ke daerah masing-masing sebagai agen perubahan, menginspirasi lingkungan sekitar, dan mengimplementasikan proyek nyata.
Fani mengatakan, program AFS Global Future Leaders Network mengintegrasikan pemahaman Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan penguatan kompetensi global.
Peserta tidak hanya mempelajari konsep ilmiah dan teknologi, tetapi juga bagaimana menerapkannya untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat, mulai dari pembangunan berkelanjutan, pendidikan berkualitas, hingga teknologi ramah lingkungan.
Untuk memperdalam pemahaman tentang pengembangan pemuda dan keberlanjutan komunitas, program ini juga menghadirkan talk show bertema 'Social Campaigning, Youth Development and Community-based Sustainability'.
Baca juga : Indonesia Sapu Bersih Empat Gelar di Wondr by BNI Indonesia Masters 2025
Salah satu narasumber adalah Aziz Fasya, Sr. Specialist Social Investment INPEX Masela Ltd., yang juga mewakili Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Masyarakat SKK Migas Roy Widiartha mengatakan, sebagai mitra program, SKK Migas menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan generasi muda.
"Kemampuan para peserta di luar ekspektasi. Mereka mampu menulis esai dan berkomunikasi dengan bahasa Inggris yang baik. Ini membuktikan bahwa potensi anak-anak daerah tidak kalah saing," katanya.
Aziz berharap dari program ini kelak lahir para engineer hulu migas yang mumpuni. Untuk diketahui, AFS Global Future Leaders Network 2025 didukung oleh 10 KKKS yang wilayah operasinya tersebar di berbagai daerah.
Kesepuluh KKKS itu adalah Pertamina Hulu Mahakam, Bumi Siak Pusako, Pertamina EP, Premier Oil Andaman, PetroChina International Jabung, Premier Oil Natuna Sea, ExxonMobil Cepu Limited, Pertamina Hulu Rokan, Mubadala Energy South Andaman, Petronas Carigali Ketapang II, serta INPEX Masela Ltd.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya