Dark/Light Mode

Rig Pertamina Jadi Sumber Listrik Warga 6 Desa Di Aceh Tamiang

Senin, 22 Desember 2025 08:30 WIB
Foto: Pertamina
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - Gelap malam menyelimuti Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, sejak banjir bandang melanda wilayah tersebut. Putusnya aliran listrik dan jaringan komunikasi membuat warga terisolasi. Namun di sekitar Rig PDSI#19.1 milik Pertamina Drilling, cahaya tetap menyala dan menjadi sumber harapan baru bagi masyarakat.

Setiap malam, warga dari enam desa datang membawa ponsel, powerbank, senter, hingga lampu darurat. Mereka mengantre untuk mengisi daya—sebuah kebutuhan mendesak agar dapat kembali terhubung dengan keluarga dan mengetahui kabar keselamatan kerabat.

“HP saya sudah mati dua hari. Kami tidak bisa hubungi saudara sama sekali,” ujar Siti (38), warga Desa Alur Cucur. “Begitu dengar bisa ngecas di sini, rasanya seperti dapat kabar baik.”

Putusnya listrik dan sinyal sejak awal bencana memaksa warga hidup dalam keterbatasan, terutama saat malam hari ketika penerangan sangat diperlukan.

Baca juga : Transformasi Kepri Mall Jadi K Square, Hadirkan Lifestyle Baru Di Kota Batam

Rig Superintendent Pertamina Drilling, Surya Budiman, mengatakan inisiatif membuka akses listrik bagi warga muncul dari kebutuhan mendesak masyarakat.

“Sejak awal bencana, listrik dan sinyal mati. Padahal warga sangat membutuhkan ponsel untuk mengabarkan kondisi mereka kepada keluarga. Kami hanya berusaha membantu sebisanya,” jelasnya.

Rig PDSI#19.1 berada dalam kondisi shutdown sejak 26 November 2025 dan baru kembali beroperasi pada 16 Desember 2025. Meski demikian, akses listrik untuk pengisian daya tetap dibuka setiap malam dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja.

“Pengisian kami lakukan di area aman, di luar kawasan kerja rig. Hampir setiap malam ada lebih dari 100 orang yang datang,” kata Surya.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Kirim Ribuan Tabung LPG ke Aceh Pascabencana

Warga berasal dari Desa Alur Batu, Alur Cucur, Alur Manis, Landu, Tempel, dan Lumpuran. Ada yang berjalan kaki, berboncengan sepeda motor, hingga membawa anak-anak. Mereka menunggu sambil duduk di areal sekitar rig, ditemani cahaya lampu darurat yang perlahan menyala.

“Kalau malam gelap sekali. Anak-anak takut. Lampu emergency ini sangat membantu,” tutur Rahmad (45), warga Desa Alur Manis.

Selain membuka akses listrik, Pertamina Drilling juga menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji dua kali sehari, sembako, air bersih, dan air minum dalam kemasan bagi warga terdampak.

“Dalam kondisi seperti ini, bantuan makanan dan air sangat berarti. Setidaknya kami tidak merasa sendirian,” kata Yuliana (41), warga Desa Landu.

Baca juga : PIS Salurkan Bantuan untuk Warga Aceh Tamiang

Di tengah gelap dan keterbatasan pascabencana, Rig PDSI#19.1 tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas operasional. Ia menjadi tempat bernaung sementara bagi masyarakat—sumber penerangan, komunikasi, serta ruang berbagi cerita dan menguatkan satu sama lain.

Cahaya yang menyala setiap malam bukan hanya mengisi baterai ponsel, tetapi juga menumbuhkan rasa aman dan harapan bagi warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan mereka setelah bencana.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.