Dark/Light Mode

APKI Berduka, Srikandi Diplomat Pulp Dan Kertas RI Liana Bratasida Tutup Usia

Selasa, 23 Desember 2025 08:55 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Bratasida. (Foto: Ist)
Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Bratasida. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kabar duka menyelimuti industri manufaktur nasional. Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Bratasida meninggal dunia. Almarhumah mengembuskan napas terakhir di Jakarta pada usia 74 tahun.

Kepergian Liana, yang lahir pada 1951, menjadi kehilangan besar bagi industri pulp dan kertas nasional. Sosok yang dikenal tegas, berintegritas, dan piawai berdiplomasi ini telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk memperjuangkan daya saing industri di tengah dinamika kebijakan dan tantangan global.

Di bawah kepemimpinannya, APKI bertransformasi menjadi organisasi yang tidak hanya responsif terhadap persoalan, tetapi juga proaktif dalam membangun arah masa depan industri.

Ketua Dewan Pengawas APKI Ngakan Timur Antara mengenang almarhumah sebagai figur pemimpin berkarakter kuat dengan prinsip yang jelas.

Baca juga : Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Penumpang Kereta Libur Nataru

“Ibu Liana adalah pemimpin yang lugas dan berintegritas. Ketegasan beliau selalu disertai kejelasan arah serta keberpihakan pada kemajuan industri nasional. Jejak kepemimpinannya meninggalkan standar tinggi bagi kami semua di APKI,” ujar Ngakan, Senin (22/12/2025).

Peran Liana tidak hanya terasa di dalam negeri, tetapi juga di kancah internasional. Ia aktif berada di garis depan menghadapi hambatan dagang dan isu lingkungan global yang kerap menekan industri pulp dan kertas.

Wakil Ketua Umum APKI Suhendra Wiriadinata menilai almarhumah memiliki peran strategis dalam membuka jalur komunikasi internasional yang sebelumnya sulit ditembus.

“Beliau memiliki kemampuan jejaring internasional yang sangat kuat. Diplomasi industri dijalankan secara konsisten sehingga suara industri pulp dan kertas Indonesia didengar dan dihormati di tingkat global,” kata Suhendra.

Baca juga : Latihan Perdana Milo, Tekankan Disiplin dan Mentalitas Penggawa Persis

Di balik kiprahnya dalam diplomasi, Liana juga berperan menjaga kinerja industri nasional. Pada 2025, sektor pulp dan kertas berkontribusi sekitar 3,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas.

Industri ini menopang lebih dari 288 ribu tenaga kerja langsung serta sekitar 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di dunia.

Dedikasi almarhumah untuk memajukan industri tidak surut hingga akhir hayat. Sepekan sebelum wafat, tepatnya pada 16 Desember 2025 dalam Rapat Kerja APKI, Liana masih menyampaikan arahan strategis kepada jajaran pengurus. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya transformasi hijau sebagai keniscayaan.

“Keberlanjutan bukan lagi sekadar tren, melainkan kewajiban dan ekspektasi mutlak dalam rantai pasok global. Transformasi menuju industri hijau harus menjadi prioritas bersama agar industri pulp dan kertas Indonesia tetap relevan, bermartabat, dan berdaya saing,” ujarnya Liana saat itu.

Baca juga : PSI Aceh Salurkan Bantuan Korban Banjir ke Desa Terisolir

Di mata rekan-rekan pengurus, Liana juga dikenal sebagai pembina yang hangat, teliti, dan menuntut profesionalisme berbasis data.

Wakil Ketua Umum APKI Rita Alim mengenang, almarhumah sebagai mentor yang konsisten menekankan pentingnya fakta dalam setiap langkah advokasi.

“Ibu Liana bukan hanya pemimpin yang tangguh, tetapi juga mentor yang sangat detail dan peduli. Beliau selalu menekankan pentingnya data dan fakta dalam memperjuangkan kepentingan industri tanpa mengabaikan aspek lingkungan,” kata Rita.

Bagi APKI, Liana lebih dari sekadar Ketua Umum. Ia adalah penjaga marwah industri pulp dan kertas Indonesia. Fondasi profesionalisme, keberlanjutan, dan semangat dialog yang telah ia tanamkan diharapkan terus menjadi pijakan bagi industri untuk tumbuh dan memberi manfaat bagi bangsa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.