Dark/Light Mode

PGN Gagas Dan Renikola Kerja Sama Penyediaan CBG Di Sumut

Selasa, 23 Desember 2025 16:42 WIB
Foto: PGN
Foto: PGN

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), menandatangani Heads of Agreement (HoA) dengan PT Renikola Primer Energi (Renikola) terkait kerja sama penyediaan compressed biomethane gas (CBG) dengan titik penyerahan di Sumatera Utara.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transisi energi hijau di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara yang memiliki potensi besar limbah organik dari sektor perkebunan dan peternakan.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra mengatakan Subholding Gas terus mendukung penambahan pasokan gas bumi, termasuk yang berasal dari sumber energi terbarukan seperti CBG.

Baca juga : Eks Dirut Inhutani V Didakwa Terima Suap Rp 2,5 M Terkait Pengelolaan Hutan

“Penandatanganan HoA ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen Subholding Gas dalam pemanfaatan pasokan gas yang berasal dari energi terbarukan, termasuk CBG,” ujar Mirza.

CBG merupakan energi alternatif yang dihasilkan melalui proses upgrading biogas, yakni pemurnian gas metana dari limbah organik hingga mencapai kualitas setara gas bumi, kemudian dikompresi untuk memudahkan distribusi dan penyimpanan. CBG memiliki nilai kalor dan karakteristik yang mirip dengan compressed natural gas (CNG), sehingga dapat dimanfaatkan langsung sebagai bahan bakar untuk sektor industri, transportasi, maupun rumah tangga.

PGN Gagas berkomitmen menyediakan energi beyond pipeline melalui berbagai moda penyaluran, seperti CBG, CNG, dan LNG, guna menjangkau wilayah yang belum terhubung dengan jaringan pipa gas. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong transisi energi hijau serta memastikan ketersediaan energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan.

Baca juga : PPLI Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Banjir Sumatera

Penandatanganan HoA ini menjadi langkah awal bagi PGN Gagas dan Renikola untuk membangun infrastruktur CBG, melakukan studi kelayakan, serta menyiapkan ekosistem distribusi yang efisien dan berkelanjutan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan energi terbarukan, mendukung kebijakan transisi energi nasional, serta memberikan manfaat lingkungan dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan menambahkan bahwa selain ramah lingkungan, aman, dan efisien, CBG juga menjadi peluang sumber pasokan baru yang mendukung penerapan ekonomi sirkular.

“Konsep ekonomi sirkular dapat diwujudkan melalui pemanfaatan limbah organik menjadi CBG, yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani dan industri perkebunan, sekaligus membuka lapangan kerja ramah lingkungan,” ujar Santiaji.

Baca juga : PT IIM Gandeng 4 Lembaga Sosial Kemanusiaan Bantu Korban Bencana di Sumatera

PGN Gagas berharap pemanfaatan CBG dapat segera direalisasikan di daerah-daerah dengan potensi limbah organik yang besar, seperti Sumatera Utara, sehingga turut berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi fosil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.