Dark/Light Mode

Kilang Pertamina Internasional dan Polytama Perkuat Hilirisasi Petrokimia Hijau

Selasa, 30 Desember 2025 13:52 WIB
Penandatanganan pembaruan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan di Jakarta, Senin (29/12/2025), dan dihadiri jajaran direksi KPI, Polytama, TubanPetro, serta para konsumen Polytama. (Foto: Kilang Pertamina Internasional)
Penandatanganan pembaruan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan di Jakarta, Senin (29/12/2025), dan dihadiri jajaran direksi KPI, Polytama, TubanPetro, serta para konsumen Polytama. (Foto: Kilang Pertamina Internasional)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memperpanjang sinergi strategis dengan PT Polytama Propindo dalam kontrak jual beli propylene untuk periode 2026–2030.

Langkah ini merupakan upaya memperkuat hilirisasi industri petrokimia nasional sekaligus menekan ketergantungan impor polypropylene yang masih mencapai 1–1,5 juta ton per tahun.

Kerja sama yang ditandatangani di Jakarta, Senin (29/12/2025), memproyeksikan potensi penghematan devisa negara hingga Rp 17,5 triliun per tahun.

Kolaborasi tersebut mencakup pemanfaatan bahan baku propylene dari kilang-kilang Pertamina untuk diolah menjadi polypropylene (PP) oleh Polytama.

Direktur Optimasi Feedstock & Produk KPI, Erwin Suryadi, menjelaskan bahwa kemitraan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekonomi berdikari.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Serambi MyPertamina di Bandara Ngurah Rai

“Kolaborasi ini sekaligus ditujukan untuk menekan ketergantungan impor PP yang saat ini masih berada di kisaran 1–1,5 juta ton per tahun, serta meningkatkan efisiensi operasional dan keuntungan konsolidasi di tingkat grup. Melalui jaminan stabilitas suplai bahan baku dari sisi hulu yang didukung oleh infrastruktur pipa eksisting yang telah beroperasi, KPI memberikan kepastian pasokan yang efisien bagi Polytama sebagai pihak hilir, sehingga kemitraan ini memberikan manfaat optimal dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak,” ujar Erwin.

Integrasi Hulu ke Hilir

Erwin menambahkan, kehadiran Polytama sebagai mitra strategis mampu memecah kebuntuan persoalan pasar pada sektor hulu migas.

Sinergi ini memungkinkan produk kilang terserap secara maksimal dan diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

“Dengan adanya kerja sama antara KPI dengan Polytama, memudahkan kita untuk melakukan pengembangan, termasuk diversifikasi dan penguatan agar produk yang dihasilkan oleh kilang bisa dimaksimalkan lagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Erwin.

VP Commercial & Sales KPI, Aji Danardono, menekankan bahwa selain aspek bisnis, kedua perusahaan memiliki komitmen kuat pada keberlanjutan.

Baca juga : Relawan Kilang Pertamina Internasional Salurkan Bantuan Bencana Ke Aceh Tamiang

Hal ini dibuktikan dengan raihan PROPER Emas dan pengembangan produk ramah lingkungan.

“Kedua perusahaan telah diakui memiliki perspektif lingkungan dalam menjalankan bisnisnya. Rekam jejak tersebut menunjukkan sinergi terintegrasi fisik hulu–hilir guna mendukung keberlanjutan energi hijau di Indonesia,” tegas Aji.

Kemandirian Ekonomi

Direktur Komersial dan Support Polytama, Dwinanto Kurniawan, menilai jaminan pasokan bahan baku dari dalam negeri sangat krusial bagi stabilitas ribuan industri manufaktur, mulai dari sektor alat medis hingga otomotif.

“Sejalan dengan pertumbuhan kelas menengah industri, termasuk kemasan tangan higienis, alat medis dan komponen otomotif, maka keandalan pasokan yang sepenuhnya dari dalam negeri pada akhirnya akan mampu menghemat devisa, sekaligus mengurangi defisit neraca perdagangan, melalui ekonomi hijau,” tutur Dwinanto.

Senada, Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah pilar strategis untuk membangun industri petrokimia yang mandiri dan kompetitif.

Baca juga : Pertamina Peduli Berikan Trauma Healing Buat Anak Korban Bencana Sumatera

Dampak berganda (multiplier effect) dari kerja sama ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Jawa Barat.

“Inovasi produk Polytama melalui merek Masplene, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta capaian PROPER EMAS yang konsisten, menunjukkan bahwa industri petrokimia Indonesia mampu tumbuh secara kompetitif sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan,” kata Taufik.

Ke depan, KPI dan Polytama berkomitmen menjadikan platform kolaborasi ini sebagai sarana inovasi berkelanjutan.

“Ke depan, kami memandang kolaborasi KPI dan Polytama sebagai platform untuk inovasi berkelanjutan, termasuk pengembangan produk bernilai tambah tinggi, efisiensi energi, dan dukungan terhadap transisi industri hijau nasional,” pungkas Taufik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.