Dark/Light Mode

Ribuan Industri Di Sumatera Terdampak Banjir, Kemenperin Genjot Pemulihan

Rabu, 31 Desember 2025 19:56 WIB
Sekjen Kemenperin Eko SA Cahyanto. (Foto: Kemenperin)
Sekjen Kemenperin Eko SA Cahyanto. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera berdampak signifikan terhadap aktivitas industri, terutama sektor industri kecil dan menengah (IKM), yang mengalami gangguan operasional hingga penurunan kapasitas produksi.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko SA Cahyanto mengatakan, berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), di Provinsi Sumatera Utara terdapat 3.520 industri kecil, 115 industri menengah, dan 490 industri besar yang beroperasi. Sementara di Sumatera Barat tercatat 3.464 industri kecil, 17 industri menengah, dan 78 industri besar, serta di Aceh sebanyak 1.954 industri kecil, 7 industri menengah, dan 46 industri besar.

“Dari laporan yang kami himpun per 30 Desember 2025, dampak terbesar di sektor IKM terjadi di Aceh dengan 1.647 industri terdampak, disusul Sumatera Barat 367 industri dan Sumatera Utara 52 industri,” ujar Eko dalam jumpa pers akhir tahun 2025 di kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Baca juga : Pulihkan Desa Terdampak Bencana Sumatera, Kemendagri Kirim 1.054 Praja IPDN

Selain sektor IKM, bencana juga berdampak pada sektor industri lainnya. Pada sektor industri agro tercatat 28 industri terdampak di Sumatera Utara dan enam industri di Sumatera Barat. Sementara pada sektor industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) terdapat lima industri terdampak di Sumatera Utara. Adapun sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT) mencatat dampak pada tiga industri di Aceh dan satu industri di Sumatera Barat.

Eko menjelaskan, dampak bencana terhadap sektor industri meliputi terganggunya akses jalan dan jembatan, terhambatnya rantai pasok, kendala logistik dan distribusi antarwilayah, hingga penurunan kapasitas produksi dan penghentian sementara kegiatan usaha. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap keberlangsungan tenaga kerja di daerah terdampak.

“Pemulihan operasional industri sangat bergantung pada ketersediaan dan keandalan infrastruktur pendukung. Oleh karena itu, proses pemulihan dilakukan secara bertahap seiring perbaikan infrastruktur dan stabilisasi sistem logistik,” katanya.

Baca juga : Rendra Teddy Siap Tempur, PSIM Bidik Kemenangan Penutup Tahun

Kemenperin telah menyiapkan rencana pemulihan industri kecil pascabencana di Sumatera secara bertahap dan terukur. Pada tahun 2025, fokus diarahkan pada koordinasi, pendataan industri kecil terdampak, serta pemetaan kebutuhan pemulihan sebagai dasar perencanaan intervensi yang tepat sasaran, dengan progres awal sekitar 20 persen.

Memasuki 2026, program pemulihan akan dilanjutkan melalui penetapan industri kecil penerima bantuan, pemberian bantuan mesin dan peralatan, serta pemulihan proses produksi. Pendampingan teknis dilakukan melalui optimalisasi kewirausahaan di daerah terdampak bencana dan sinergi lintas kementerian dan lembaga, antara lain melalui Inpres Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PKE), Rencana Aksi Nasional Pascabencana, serta Klinik UMKM Bangkit.

“Intervensi yang kami siapkan mencakup bantuan mesin dan peralatan sederhana, penyediaan starter kit usaha termasuk bahan baku, pengembangan produk kebutuhan dasar dan fast moving, pendampingan teknis, hingga fasilitasi kemitraan untuk memperluas akses pasar,” ujar Eko.

Baca juga : Awal Januari 2026, Siswa Terdampak Bencana Sumatera Ditargetkan Sekolah Lagi

Dengan pendekatan tersebut, Kemenperin berharap pemulihan industri kecil dan menengah pascabencana tidak hanya mengembalikan kapasitas produksi, tetapi juga meningkatkan ketahanan serta keberlanjutan usaha di wilayah terdampak.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.