Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertama Di Indonesia, Pupuk Indonesia Group Bangun Pabrik NPK Nitrat
Jumat, 2 Januari 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui dua anak usahanya, PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) dan PT Rekayasa Industri (Rekind) membangun pabrik NPK (Nitrogen Posfor Kalium) Nitrat berbasis amonium nitrat pertama di Indonesia. Kehadiran pabrik ini diprediksi dapat memangkas beban impor komoditas itu mencapai Rp 1 triliun.
Pembangunan pabril NPK ini diyakini akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian pasokan pupuk nasional dan mendukung swasembada pangan. Groundbreaking pabrik ini sudah dilakukan di kawasan industri Kujang Cikampek, Jawa Barat.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, pembangunan pabrik NPK Nitrat merupakan langkah strategis dalam mendorong hilirisasi industri pupuk nasional. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Proyek ini akan memperkuat fondasi pasokan pupuk nasional agar lebih mandiri, efisien, dan berdaya saing,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/12/2025).
Menurut Rahmad, groundbreaking pabrik NPK Nitrat ini menjadi tonggak penting karena menjadi sebuah landasan sejarah baru pembangunan industri pupuk dan pertanian secara keseluruhan.
“Pembangunan ini kami persembahkan sebagai penutup manis di akhir tahun bagi petani dan ikhtiar berkelanjutan menuju swasembada pangan nasional,” kata Rahmad.
Baca juga : Chelsea Pecat Maresca!
Saat beroperasi penuh pada kuartal III-2027, tepatnya 12 Agustus 2027, pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi mencapai 100 ribu metrik ton per tahun atau mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan pupuk NPK Nitrat yang selama ini masih bergantung pada impor.
“Hasilnya, kehadiran pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 5 hektare (ha) ini, berpotensi menghemat devisa negara melalui substitusi impor setara Rp 700 miliar hingga Rp 1 triliun per tahun,” kata Rahmad.
Pembangunan pabrik NPK Nitrat tersebut memperkuat rantai pasok, sekaligus mendorong hilirisasi di Pupuk Indonesia Group, dengan memberikan nilai tambah pada produk Amonium Nitrat, sebagai bahan baku pupuk NPK Nitrat, yang diproduksi di dalam negeri oleh anak usaha Pupuk Kujang, PT Multi Nitrotama Kimia.
“Melalui integrasi ini, pabrik NPK Nitrat berpotensi menyerap Amonium Nitrat hingga 25 ribu ton per tahun,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, mampu memperkuat kemandirian pasokan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing industri pupuk nasional.
Lebih jauh, Rahmad mengungkapkan, pabrik ini merupakan satu dari tujuh pabrik yang akan dibangun sebagai komitmennya kepada Pemerintah, seiring perubahan aturan mengenai skema pembiayaan subsidi pupuk, melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 113 Tahun 2025.
Baca juga : Gagal Raih Juara Fprmula 1, Lewis Hamilton Bisa Terdepak Dari Ferrari
“Kami berharap, pembangunan ini mampu mewujudkan industri pupuk yang lebih efisien, berdaya saing dan memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap gejolak global,” ucapnya.
Direktur Utama Pupuk Kujang Budi Santoso Syarif menambahkan, kehadiran pabrik NPK Nitrat sejalan dengan upaya Pemerintah dalam mendorong produktivitas pertanian dan ketahanan pangan, serta praktik pertanian berkelanjutan.
Formula NPK berbasis Nitrat memungkinkan penyerapan nutrisi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Sehingga membantu petani meningkatkan hasil panen, serta ketahanan tanaman terhadap cuaca dan hama,” jelasnya.
Budi menegaskan, pembangunan pabrik NPK Nitrat menjadi kontribusi nyata Pupuk Indonesia Group dalam mendorong produktivitas pertanian dan menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi masa depan.
Dia memastikan, seluruh proses pembangunan dijalankan dengan standar keselamatan dan mutu terbaik, sebagai wujud tanggung jawabnya untuk menghadirkan industri yang efisien, aman, dan berdaya saing.
Baca juga : Kumpul Di Rumah Bahlil, 4 Pimpinan Partai Perkuat Koalisi
Pasalnya, teknologi yang ditanamkan dalam pabrik NPK Nitrat Pupuk Kujang adalah teknologi paling modern di industri pupuk. “Kami telah mendapat sertifikat dari Espindesa (perusahaan pemberi lisensi terkemuka dari Spanyol),” tutur Budi.
Nitrogen berbasis nitrat yang terkandung dalam pupuk ini, imbuh Budi, berperan penting dalam fase pembentukan buah dan bunga, sehingga dapat meningkatkan hasil panen.
Berdasarkan serangkaian uji coba yang dilakukan Pupuk Kujang sejak awal 2024 telah berhasil meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya hortikultura hingga 11,5 persen. Karakteristik nitrogen berbasis nitrat yang lebih stabil juga mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Pembangunan pabrik ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi perekonomian nasional dan daerah, melalui penyerapan tenaga kerja pada proses konstruksi yang mencapai 130 orang dan 125 orang saat operasional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya