Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Penjualan Emas Di Byond BSI Tembus 2,18 Ton Per Desember 2025
Rabu, 14 Januari 2026 17:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI mencatat penjualan emas melalui Byond tembus hingga 2,18 ton emas per Desember 2025.
"Alhamdulillah jumlah nasabah khusus bulion bank juga telah menembus 500 ribu yang didominasi rentang usia 20 hingga 40 tahun atau kategori Gen-Z dan Gen Milenial,” kata Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna dalam keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).
Anton mengungkapkan, lonjakan harga emas dalam kurun waktu satu tahun terakhir mendorong minat masyarakat terhadap instrumen emas makin tinggi.
Hal ini juga didorong atas kebijakan pemerintah untuk memaksimalkan potensi emas dan memonetisasi investasi emas melalui Bank Emas (bullion bank) dengan cara yang mudah.
Sebagai bank emas pertama di Indonesia, BSI memiliki izin perdagangan emas, penjualan emas dan penitipan emas. Dengan adanya tiga izin ini, layanan bank emas BSI cukup lengkap dan komprehensif di masyarakat.
Baca juga : Penjualan Sepeda Motor 2025 Tembus 6,41 Juta Unit, Naik 1,3 Persen
“Sejak launching pada 26 Februari 2025, atau dalam waktu kurang dari satu tahun harga emas bullion naik 56,22 persen year to date (ytd),” ungkapnya.
Investasi emas di BSI dilakukan secara digital melalui layanan Bank Emas pada superapps Byond by BSI. Nasabah dapat bertransaksi realtime 24 jam dengan investasi awal cukup murah di kisaran Rp 50 ribuan.
Melalui Byond, nasabah dapat membeli emas, jual emas, transfer emas, atau mencetak emas yang dimiliki.
“Selain nilai investasi dapat dilihat secara langsung pada Byond, kepemilikan emas melalui aplikasi adalah jaminan keamanan karena nasabah tak perlu kuatir emas fisiknya hilang, karena emas fisik disimpan di smart vault bank,” katanya.
Anton mengatakan, selain melakukan investasi emas melalui Byond, melalui mobile banking tersebut nasabah juga dapat mengajukan cicil emas dan gadai emas.
Baca juga : ESDM Kebut Transisi Energi, Bauran EBT Tembus 15,75 Persen Di 2025
“Fasilitas cicil emas dapat dimanfaatkan bagi nasabah yang ingin membeli emas dengan harga hari ini dan kemudian mencicil hingga lunas,” ujarnya.
Tak hanya meningkatkan secara jumlah, layanan bullion juga memperluas jangkauan nasabah karena layanan emas dianggap inklusif dan dapat diterima semua kalangan.
Superapps Byond dirancang tidak hanya sebagai aplikasi perbankan digital, tetapi sebagai ekosistem layanan keuangan dan gaya hidup islami yang komprehensif.
“Melalui Byond, BSI menghadirkan kemudahan transaksi finansial sekaligus mendukung pengelolaan transaksi finansial, investasi maupun aktivitas sosial dalam satu platform,” tutur Anton.
Saat ini, ajakan beli emas cukup dengan Rp 50 ribuan terus disosialisasikan agar generasi muda mulai aware akan investasi emas melalui BSI.
Baca juga : Cadangan Aset INDODAX Tembus Rp 18 T, Sinyal Pasar Menguat
Anton menambahkan, emas ini sifatnya investas jangka menengah dan panjang, cocok untuk kebutuhan seperti perencanaan haji, pendidikan, maupun dana darurat yang sifatnya membutuhkan dana cepat.
Akselerasi digital menjadi fokus BSI jangka panjang dan akan terus dilakukan inovasi sehingga BSI mampu bersaing dan menjadi pilihan utama masyarakat.
“Saat ini, BSI juga terus melakukan improvisasi melalui superapps Byond yang dibangun untuk mendekatkan BSI ke nasabah,” pungkas Anton.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya