Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Instalasi Manufaktur Baterai Tuntas, Indonesia Kebut Hilirisasi & Ekosistem EV
Kamis, 15 Januari 2026 18:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - BPI Danantara sebagai pemegang saham Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus mengawal pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.
Langkah ini menjadi wujud kehadiran negara dalam merealisasikan investasi strategis hilirisasi dan industrialisasi jangka panjang sesuai Asta Cita Presiden.
MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) bekerja sama dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, dan Lygend membentuk perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).
Perusahaan ini menjadi ujung tombak pengembangan ekosistem baterai terintegrasi nasional.
CATIB tengah membangun fasilitas produksi sel baterai, modul, dan paket baterai dengan kapasitas awal 6,9 gigawatt hour pada fase pertama, yang akan diekspansi hingga total 15 gigawatt hour pada fase kedua.
Proyek tersebut berlokasi di kawasan Artha Industrial Hills, Kabupaten Karawang, dengan luas sekitar 43 hektare. Kawasan ini memiliki dua fasilitas utama.
Baca juga : Emas Terus Lampaui Target, Indonesia Kian Dekat Sejarah SEA Games
Pertama, pabrik modul dan paket baterai (Module & Pack Plant) yang peletakan batu pertamanya dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025.
Pembangunan serta instalasi peralatan manufaktur baterai di fasilitas ini telah diselesaikan pada Januari 2026.
Fasilitas tersebut merupakan inti produksi, berupa sistem mesin otomatis untuk merakit baterai menjadi produk siap pakai bagi industri kendaraan listrik.
Kedua, pabrik sel baterai (Cell Plant) yang pembangunannya masih berlanjut. Fasilitas ini akan memproduksi unit dasar sel baterai yang selanjutnya dirakit menjadi modul dan paket baterai untuk kendaraan listrik serta aplikasi energi lainnya.
Fasilitas produksi sel baterai, modul, dan paket baterai di Karawang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dalam negeri serta memperkuat Tingkat Komponen Dalam Negeri pada produk kendaraan listrik di Indonesia.
Baca juga : Dany Amrul Beber Resep Hilirisasi, Dongkrak Ekonomi 8 Persen
Dalam acara Ceremony First Incoming Equipment to Cell, Kamis (15/1/2026), Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia Dwi Susanto mengatakan negara hadir untuk mendorong pembentukan industri strategis berbasis teknologi.
“Melalui inisiatif strategis ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas manufaktur baterai nasional, tetapi juga membangun penguasaan teknologi, peningkatan kapabilitas SDM, serta integrasi sistem industri hulu dan hilir kendaraan listrik. Dengan demikian, penciptaan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi Indonesia dapat terwujud,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MIND ID, PT IBI, dan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL).
Kerja sama ini mencakup penelitian dan pengembangan produk baterai, energi terbarukan, dan mobilitas listrik untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri baterai dan energi terbarukan, sekaligus mempersiapkan peluncuran komersial seluruh rantai nilai baterai terintegrasi pada 2028.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyatakan kolaborasi strategis tersebut menjadi jembatan bagi MIND ID dalam menjalankan peran sebagai penggerak hilirisasi.
Menurut dia, Grup MIND ID terus mengoptimalkan kekayaan sumber daya mineral dan batu bara untuk mendukung pembangunan jangka panjang.
Baca juga : Harapan Dunia Terhadap Indonesia: Filipina
“Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem baterai terintegrasi, guna memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT IBI Aditya Farhan Arif menegaskan komitmen perusahaan dalam mengawal pengembangan industri baterai nasional agar terintegrasi, berdaya saing global, dan berkontribusi pada penguatan kepakaran nasional di bidang material maju untuk energi.
PT IBI berkomitmen memastikan pengembangan ekosistem baterai nasional berjalan secara konsisten dari tahap perencanaan hingga implementasi.
Dengan adanya kemajuan signifikan atas proyek CATIB saat ini mencerminkan kesiapan infrastruktur, teknologi, serta kolaborasi strategis yang dibangun untuk mendukung terbentuknya industri baterai yang kompetitif dan berkelanjutan.
"Penandatanganan MoU adalah cerminan komitmen, agar keberadaan industri baterai nasional dapat berkontribusi pada peningkatan kepakaran Indonesia di bidang material maju untuk energi, khususnya teknologi baterai,” tambahnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya