Dark/Light Mode

Jamkrindo Syariah Perkuat Ekosistem Penjaminan Syariah Berkelanjutan di 2026

Kamis, 22 Januari 2026 08:42 WIB
Jamkrindo Syariah mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dan menjadikannya sebagai pijakan untuk melakukan penajaman strategi pada 2026. (Foto: Dok. Jamkrindo)
Jamkrindo Syariah mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dan menjadikannya sebagai pijakan untuk melakukan penajaman strategi pada 2026. (Foto: Dok. Jamkrindo)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Jamkrindo Syariah mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dan menjadikannya sebagai pijakan untuk melakukan penajaman strategi pada 2026.

Selaku Pemegang Saham Pengendali PT Jamkrindo Syariah, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama PT Jamkrindo Abdul Bari mengatakan, pihaknya mengapresiasi kinerja jajaran komisaris, direksi dan seluruh insan perusahaan, seraya mendorong fokus baru yang menekankan eksekusi lebih presisi dan berdampak guna memperkuat keberlanjutan ekosistem penjaminan syariah.

Menurutnya, perubahan fokus tersebut diperlukan untuk merespons dinamika industri penjaminan yang semakin kompetitif, perkembangan regulasi, serta percepatan transformasi digital.

Abdul mengatakan, perusahaan tidak lagi cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi harus memastikan kualitas pertumbuhan agar berkelanjutan.

“Tahun 2026 bukan tahun untuk sekadar melanjutkan, melainkan untuk mengeksekusi dengan lebih presisi, lebih cepat, dan lebih berdampak,” ujar Abdul, dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Lebih lanjut Abdul menambahkan, capaian kinerja sepanjang 2025 menjadi fondasi penting untuk memasuki fase berikutnya. Namun ia mengingatkan, pertumbuhan yang tidak disertai kualitas, justru berpotensi menimbulkan risiko di masa depan.

Baca juga : Indonesia–Jepang Perkuat Sistem Peradilan Untuk Iklim Bisnis Kondusif

“Pertumbuhan tanpa kualitas pada akhirnya akan menjadi beban klaim, beban reputasi, beban modal dan beban moral organisasi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Jamkrindo Syariah akan melakukan penataan ulang atau reshaping organisasi agar lebih fokus, tajam dan relevan dengan tantangan bisnis ke depan.

Abdul menambahkan, reshaping  bukan dilakukan karena strategi sebelumnya keliru, melainkan sebagai respons atas perubahan lingkungan bisnis yang bergerak semakin cepat.

Reshaping berarti membentuk ulang, bukan karena yang lama tidak baik, tetapi karena dunia bergerak lebih cepat,” ungkapnya.

Selain penajaman fokus bisnis, pihaknya juga mendorong perubahan cara kerja dengan menempatkan disiplin eksekusi sebagai ukuran utama kinerja. M

enurut Abdul, perencanaan yang baik tidak akan bermakna tanpa pelaksanaan yang konsisten di lapangan.

Baca juga : Terobosan Jamkrindo Syariah Perkuat Ekosistem Penjaminan Syariah Berkelanjutan

“Keunggulan itu tidak datang dari rencana yang indah, melainkan dari eksekusi yang disiplin dan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berdaya," ujarnya. 

Dalam konteks tersebut, kata dia, Jamkrindo Syariah mendorong pola kepemimpinan yang lebih operasional, di mana pemimpin berperan sebagai coach.

Sehingga, setiap program diarahkan memiliki penanggung jawab yang jelas, target terukur, serta mekanisme pemantauan yang konsisten. Bahkan, kolaborasi antara kantor pusat, wilayah dan cabang juga diperkuat agar strategi tidak berhenti pada tataran perencanaan.

Selain itu, perubahan fokus pada 2026 turut disertai penguatan manajemen risiko berbasis data dan analytics.

Abdul menilai, pengambilan keputusan bisnis ke depan tidak lagi memadai jika hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman. “Keputusan bisnis di masa juga harus berdasarkan data-driven,” tegasnya.

Untuk itu, pemanfaatan data diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja, mulai dari tahap perencanaan, eksekusi, hingga pemantauan portofolio serta deteksi dini potensi klaim.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Raih Peringkat ESG A Menuju Emisi Nol Bersih 2060

Langkah ini, sambung dia, ditujukan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan.

Ia menambahkan, tata kelola dan integritas tetap ditempatkan sebagai fondasi utama keberlanjutan. Mengingat, kepercayaan merupakan aset strategis dalam industri penjaminan syariah.

“Pertumbuhan yang excellence hanya dapat dicapai apabila didukung oleh tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap ketentuan, serta integritas seluruh insan perusahaan tanpa kompromi," ujarnya. 

Kini, dengan penajaman strategi tersebut, Jamkrindo Syariah menargetkan 2026 sebagai momentum untuk memperkuat perannya dalam ekosistem penjaminan syariah nasional.

"Sekaligus, memastikan pertumbuhan perusahaan berjalan lebih terukur dan berkelanjutan," pungkas Abdul.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.